Sate Padang Rajo Roxy: Legendaris Sejak 1979, Racikan 18 Rempah Jadi Daya Tarik

Sate padang rajo roxy legendaris terus di padati oleh pengunjung, di kawasan Jalan Biak Roxy, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. (Istimewa)

JAKARTA – Kuliner khas Minangkabau kembali menunjukkan daya tariknya di ibu kota. Sate Padang Rajo Roxy, yang telah berdiri sejak 1979, tetap menjadi salah satu destinasi favorit pecinta kuliner di Jakarta.

Berlokasi di kawasan Jalan Biak Roxy, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, tepat di seberang Apotik Roxy, lapak sederhana berupa gerobak dan tenda ini nyaris tak pernah sepi pembeli. Aroma khas sate yang dibakar dengan kepulan asap menggoda menjadi penanda kuat keberadaannya.

Satu porsi Sate Padang Rajo Roxy yang berisi 10 tusuk sate lengkap dengan ketupat dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp30 ribu. Meski sederhana, cita rasanya dikenal konsisten sejak puluhan tahun lalu.

Heri, penerus usaha keluarga, menjelaskan bahwa nama “Rajo Roxy” diambil dari nama sang ayah, Rayo. Penulisan “Rajo” menggunakan ejaan lama yang telah melekat di ingatan pelanggan.

“Nama itu punya makna tersendiri. Rajo diambil dari nama bapak saya, Rayo. Pelanggan dulu memanggil beliau uda Rayo,” ujar Heri.

Ia mengungkapkan, ada tiga faktor utama yang menjadi kunci kelezatan dan popularitas sate tersebut, yakni kualitas daging, racikan kuah, serta bawang pelengkap.

Untuk bahan utama, sate menggunakan daging sapi pilihan yang terdiri dari berbagai bagian seperti daging, lidah, dan jantung. Sementara itu, kuahnya diracik dari 18 jenis rempah khas Minangkabau dengan takaran khusus yang telah dijaga turun-temurun.

“Setiap rempah punya takaran berbeda, lalu disatukan menjadi satu rasa khas,” kata Heri.
Tak kalah penting, bawang yang digunakan sebagai pelengkap diolah sendiri tanpa campuran. Cita rasanya yang khas bahkan kerap membuat pelanggan meminta tambahan.

Sate Padang Rajo Roxy buka setiap hari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB dan mampu menjual lebih dari 500 tusuk sate per hari.

Pelanggan Setia Lintas Generasi

Popularitas Sate Padang Rajo Roxy tak hanya menarik warga sekitar, tetapi juga pelanggan dari berbagai wilayah seperti Tangerang, Depok, hingga Bekasi. Kehadirannya juga kerap diliput oleh konten kreator kuliner serta dikunjungi sejumlah publik figur.

“Banyak konten kreator datang ke sini. Ada juga tokoh dan influencer yang sudah mencoba,” tutur Heri.

Adi (50), warga Tomang, Jakarta Barat, mengaku telah menjadi pelanggan sejak muda. Ia kini meneruskan kebiasaan tersebut kepada keluarganya.

“Dulu diajak orang tua, sekarang saya ajak anak-anak saya. Rasanya tetap enak,” katanya.
Hal serupa disampaikan Lisa (45), warga Sunter, Jakarta Utara. Ia pertama kali mengenal sate ini dari temannya dan kini rutin datang bersama keluarga besar.
“Awalnya diajak teman. Sekarang anak saya juga suka sekali, bahkan bisa nambah berkali-kali,” ujarnya.

Dengan cita rasa autentik, harga terjangkau, serta konsistensi kualitas selama puluhan tahun, Sate Padang Rajo Roxy membuktikan diri sebagai salah satu kuliner legendaris yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. (sm)