BAZNAS Luncurkan Program Kurban Berkah 2026, Berdayakan Ekonomi Desa

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. (tengah) menjelaskan dalam konferensi pers peluncuran Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Jakarta, Jumat (17/4/2026). //Foto:sumarno

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dengan menghadirkan kemudahan akses berkurban melalui berbagai kanal digital dan ritel, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, khususnya peternak kecil.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional RI, Sodik Mudjahid, menyatakan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai instrumen penguatan sosial ekonomi umat.

“Potensi kurban di Indonesia sangat besar, baik dari sisi ibadah maupun penguatan ekonomi. Pada 2025, potensi ekonomi kurban nasional diperkirakan mencapai Rp34,85 triliun,” ujar Sodik dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Secara realisasi, lanjutnya, total capaian kurban nasional pada 2025 mencapai sekitar Rp21,1 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp2,3 triliun yang dikelola BAZNAS dan lembaga amil zakat (LAZ), serta Rp18,8 triliun yang dihimpun secara mandiri oleh masyarakat dan organisasi.

Untuk tahun 2026, BAZNAS menargetkan pengelolaan kurban sebanyak 1 juta ekor domba/kambing dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun melalui jaringan BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia.

Selain itu, BAZNAS RI secara khusus menargetkan penghimpunan minimal 6.000 ekor setara domba/kambing, di luar kontribusi dari BAZNAS daerah dan mitra lainnya.

Berdayakan Peternak Desa

Sodik menjelaskan, keunggulan berkurban melalui BAZNAS terletak pada dampak berlapis yang dihasilkan. Hewan kurban tidak hanya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga berasal dari program pemberdayaan peternak mustahik melalui Balai Ternak BAZNAS.

“Para peternak mendapatkan pendampingan dari hulu ke hilir, mulai dari budidaya hingga penguatan usaha. Jadi, masyarakat yang berkurban juga turut memberdayakan ekonomi peternak kecil,” jelasnya.

Distribusi kurban pun dipastikan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), kawasan rawan pangan, serta wilayah minim akses terhadap daging kurban. Selain dalam bentuk segar, BAZNAS juga menghadirkan inovasi kurban olahan dalam kemasan kaleng untuk menjangkau daerah sulit akses.

Jaminan 3A dan Kemudahan Akses

BAZNAS menegaskan pengelolaan kurban dilakukan dengan prinsip 3A, yakni Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan bahwa masyarakat kini dapat berkurban dengan lebih mudah melalui berbagai kanal, mulai dari website resmi, platform crowdfunding, e-commerce, fintech, hingga layanan digital banking.

“Pada tahun lalu, kontribusi pembayaran melalui website resmi BAZNAS mencapai sekitar 80 persen. Selain itu, marketplace dan fintech juga menyumbang sekitar 6,8 persen,” ujarnya.
Untuk kanal fisik, BAZNAS juga menggandeng mitra kasir ritel guna memperluas jangkauan layanan.

Daftar Harga Kurban 2026

BAZNAS menetapkan beberapa kategori harga kurban tahun ini, yaitu:
1. Domba/Kambing (Standar): Rp2.450.000
2. Domba/Kambing (Medium): Rp2.900.000
3. Domba/Kambing (Premium): Rp3.100.000
4. Sapi: Rp21.000.000

5. Kurban Kaleng (setara 1 ekor/250 kaleng): Rp21.000.000

Melalui program ini, BAZNAS mengajak masyarakat menjadikan ibadah kurban tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pemerataan kesejahteraan.

“Insya Allah, kurban melalui BAZNAS akan memperkuat solidaritas sosial dan menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Sodik. (sm)