Dukung Gerakan Nasional, BSI Maslahat Salurkan Zakat Fitrah 2 Juta Keluarga Prasejahtera
JAKARTA - BSI Maslahat memperkuat komitmennya dalam penyaluran dana sosial keagamaan dengan berpartisipasi dalam gerakan nasional distribusi zakat fitrah terintegrasi yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Program tersebut menargetkan penyaluran dua juta paket zakat fitrah bagi keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.
Peluncuran gerakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Joyful Ramadan melalui agenda Selasar Hangat Lintas Keyakinan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI. Puncak kegiatan berlangsung di Jakarta International Velodrome, Kamis (12/3/2026).
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf BAZNAS RI Waryono, Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid, Ketua Forum Zakat Wildhan Dewayana, Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya, serta Bendahara Pengurus BSI Maslahat Rima Dwi Permatasari.
Dalam kegiatan tersebut, BSI Maslahat menyalurkan paket sembako dari dana zakat fitrah sekaligus membagikan paket buka puasa gratis kepada mustahik dan peserta yang hadir. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat dana ZISWAF bagi masyarakat yang membutuhkan.
Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. “Forum seperti ini sangat strategis karena mempertemukan berbagai pihak untuk saling menguatkan dalam semangat gotong royong,” ujarnya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan dana sosial keagamaan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan, program ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Menurut Abu, penghimpunan zakat nasional mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir, dari sekitar Rp3,6 miliar pada 2015 menjadi Rp40,5 triliun pada 2024, dan terus bertumbuh pada 2025. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Ia menjelaskan, distribusi zakat fitrah tahun ini dilakukan secara serentak di seluruh provinsi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Targetnya mencakup 168 kabupaten/kota dengan fokus pada wilayah dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi.
Selain penyaluran zakat, rangkaian kegiatan juga mencakup buka puasa bersama tokoh lintas iman, pameran produk UMKM binaan zakat, serta forum literasi publik melalui Majelis Berkah.
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid menilai sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Ia menekankan pentingnya pengelolaan zakat secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Sementara itu, Ketua Forum Zakat Wildhan Dewayana menyebut kolaborasi lintas lembaga sebagai langkah strategis dalam memperkuat dampak gerakan filantropi Islam di Indonesia. Menurutnya, potensi zakat nasional yang besar dapat menjadi kekuatan sosial jika dikelola secara optimal melalui kerja sama berbagai pihak.
Melalui keterlibatan dalam gerakan ini, BSI Maslahat berharap distribusi zakat fitrah dapat semakin tepat sasaran sekaligus memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. (R)










Tulis Komentar