BAZNAS dan Assegaf Hamzah Bantu 300 Juta Untuk Operasi Koklea Handika

BAZNAS bersama Assegaf Hamzah bantu kesehatan senilai Rp300 juta untuk operasi implan koklea bagi Handika Saputra di Rumah Sakit Bedah THT Proklamasi pada Kamis (26/3/2026). (Doc. Baznas)

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Assegaf Hamzah & Partners menyalurkan bantuan kesehatan senilai Rp300 juta untuk operasi implan koklea bagi Handika Saputra. Prosedur tersebut telah dilaksanakan di Rumah Sakit Bedah THT Proklamasi pada Kamis (26/3/2026).

Disampaikan oleh Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Ia berharap operasi tersebut dapat memulihkan kemampuan pendengaran Handika sehingga dapat kembali berkomunikasi dan beraktivitas secara optimal.

“Semoga operasi berjalan lancar dan memberikan hasil maksimal agar Handika dapat kembali mendengar dan berprestasi,” ujarnya.

Dokter spesialis THT yang menangani operasi, Soekirman Soekin, menjelaskan gangguan pendengaran dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, baik secara sosial maupun psikologis. Menurutnya, kondisi gangguan pendengaran terbagi dalam beberapa tingkat, dari ringan hingga sangat berat, dengan penyebab beragam seperti faktor bawaan, kecelakaan, maupun infeksi.

Ia menambahkan, pasien dengan gangguan pendengaran berat kerap mengalami kesulitan berkomunikasi hingga berpotensi menurunkan rasa percaya diri. Oleh karena itu, intervensi medis seperti implan koklea menjadi solusi penting, terutama jika dilakukan sejak dini.

Bantuan ini disambut haru oleh orang tua asuh Handika, Subiyanto dan Palupi Retnaningsih. Mereka mengaku bantuan tersebut datang di saat yang sangat dibutuhkan, setelah berbagai upaya dilakukan untuk kesembuhan Handika sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Saat ini, Handika diketahui telah melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa di Universitas Cendekia Abditama. Orang tua asuhnya berharap operasi ini menjadi titik balik bagi masa depan Handika agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

BAZNAS menegaskan akan terus memperluas program bantuan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera, termasuk bagi penderita gangguan pendengaran, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan akses layanan kesehatan yang merata di Indonesia, pungkasnya. (R)