Strategi 'Innovate & Resilience' Dorong Kinerja BCA Syariah, DPK 2025 Tetap Tumbuh Positif
JAKARTA – PT Bank BCA Syariah memaparkan kinerja keuangan tahun 2025 dengan mengusung tema “Innovate & Resilience”, menegaskan ketahanan bisnis dan inovasi sebagai kunci menghadapi dinamika industri perbankan syariah nasional.
Di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang masih menantang, BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang relatif seimbang antar instrumen, sekaligus menjaga kualitas pembiayaan pada level aman.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menyampaikan, bahwa sepanjang 2025 kinerja perseroan tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total aset BCA Syariah tercatat mencapai Rp19,2 triliun atau tumbuh 15% secara tahunan, sementara penyaluran pembiayaan meningkat hingga Rp13,1 triliun.
"Capaian ini mencerminkan konsistensi BCA Syariah dalam memperkuat intermediasi keuangan berbasis prinsip syariah di tengah dinamika ekonomi nasional," kata Yuli pada Media Update Kinerja Keuangan 2026, Innovate & Resilience di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Untuk memasuki bulan Ramadhan, BCA Syariah juga menyiapkan berbagai promo menarik yang dapat diakses melalui aplikasi digital Bysa. Program ini diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan transaksi nasabah, tetapi juga memperluas inklusi keuangan syariah melalui layanan digital yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Semetara itu, Direktur BCA Syariah Pranata memaparkan, secara industri, total simpanan perbankan nasional sepanjang 2025 tercatat di kisaran Rp9.700 triliun dengan komposisi yang relatif merata antara giro, tabungan, dan deposito, masing-masing sekitar sepertiga atau rata-rata Rp3.300 triliun.
Dipaparkan lebih lanjut dari sisi pertumbuhan, giro menjadi produk dengan laju tertinggi mencapai hampir 19%, disusul tabungan sekitar 8%, sementara deposito mencatatkan pertumbuhan paling rendah di kisaran 5,6%. BCA Syariah melihat tren tersebut sejalan dengan perubahan perilaku nasabah yang semakin mengutamakan fleksibilitas dan likuiditas.
Dari sisi mata uang, simpanan dalam rupiah masih mendominasi dengan porsi 86%, sedangkan valuta asing (valas) sebesar 14%. Pertumbuhan rupiah tercatat paling tinggi, terutama pada produk giro yang melonjak hingga 25%, sementara valas tumbuh paling kuat pada segmen tabungan dengan kisaran 13%.
Komposisi nasabah BCA Syariah juga menunjukkan keseimbangan antara korporasi (52%) dan perorangan (48%). Namun, pada segmen korporasi, dana giro menjadi kontributor utama dengan porsi mencapai 90%, menegaskan pentingnya penetrasi ke nasabah institusi dalam memperkuat basis dana murah.
Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio pembiayaan bermasalah (NPF/NPL) tercatat di level 2,23%, sedikit meningkat namun masih berada dalam batas aman industri. Sementara itu, rasio intermediasi perbankan menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih terbuka.
Loan to Deposit Ratio (LDR) industri per Oktober 2025 berada di kisaran 84%, sedangkan Financing to Deposit Ratio (FDR) perbankan syariah sekitar 83%—masih jauh di bawah level pra-pandemi 2018–2019 yang sempat menyentuh 94%.
Kendati demikian, tantangan intermediasi tetap membayangi. Bank Indonesia mencatat peningkatan undisbursed loan sepanjang 2025 sekitar Rp400 triliun, dari Rp2,1 kuadriliun menjadi Rp2,5 kuadriliun. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian dunia usaha, khususnya korporasi menengah dan besar, dalam merealisasikan pembiayaan akibat ketidakpastian global dan domestik.
Pada segmen ritel dan konsumen, perlambatan juga mulai terasa. Secara industri, pertumbuhan kredit konsumsi berada di kisaran 6%, termasuk KPR yang tumbuh di level serupa. Sementara itu, pembiayaan kendaraan bermotor (KKB) justru terkontraksi penurunan, menandakan tekanan daya beli masyarakat menengah ke bawah.
Melalui strategi “Innovate & Resilience”, BCA Syariah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat inovasi produk, menjaga kualitas pembiayaan, serta memanfaatkan ruang intermediasi yang masih terbuka guna mendukung pertumbuhan ekonomi syariah nasional secara berkelanjutan, pungkasnya. (sm)









Tulis Komentar