Agung Podomoro Land dan Dompet Dhuafa Bangun 1.000 RUMTARA Penyintas Banjir Aceh

JAKARTA - Proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatra terus dilakukan. Salah satu fokus utama saat ini adalah penyediaan hunian layak bagi para penyintas yang masih tinggal di tenda pengungsian.

Melalui kolaborasi dengan Agung Podomoro Land, Dompet Dhuafa mempercepat pembangunan Rumah Sementara (RUMTARA) bagi warga terdampak di Aceh dan sejumlah wilayah lain di Sumatra.

Berdasarkan data sementara Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa per 28 April 2026, progres pembangunan RUMTARA telah mencapai 70 persen, termasuk pembangunan di wilayah Patan Nangka, Linge, Aceh Tengah.

Bantuan kemanusiaan tersebut secara simbolis diserahkan oleh AVP of Corporate Human Resource Agung Podomoro Land Tbk, Hidayat Bakri, kepada Direktur Resource & Mobilization Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, pada 8 April 2026 lalu.

Dana bantuan berasal dari kontribusi dan kepedulian karyawan Agung Podomoro Land untuk mendukung percepatan pemulihan penyintas banjir dan longsor di Aceh.

Head of Performance Development & Talent Management Division Agung Podomoro Land, Binafita Merianti, mengatakan pihaknya bersyukur dapat menyalurkan amanah karyawan melalui program kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat terdampak bencana.

Sementara itu, Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, mengungkapkan pembangunan RUMTARA difokuskan di sejumlah titik terdampak parah, seperti Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.

Menurutnya, hingga kini masih banyak warga yang bertahan di tenda pengungsian sehingga kebutuhan hunian sementara menjadi sangat mendesak.

“Masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda. Yang paling terdampak parah memang di Aceh Tamiang. Alhamdulillah pembangunan sudah selesai dan bisa digunakan untuk proses recovery, minimal memindahkan penyintas dari tenda ke tempat yang lebih nyaman,” ujar Shofa.

Dompet Dhuafa menargetkan pembangunan sebanyak 1.000 unit RUMTARA yang akan tersebar di tiga provinsi terdampak paling parah, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Penentuan lokasi pembangunan dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah agar bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga terdampak.

Agung Podomoro Land menyatakan dukungannya terhadap program tersebut karena menilai Dompet Dhuafa memiliki rekam jejak sebagai lembaga kemanusiaan yang amanah dan terpercaya dalam menjalankan program sosial dan kebencanaan.

Selain itu, kebutuhan hunian dinilai menjadi salah satu aspek paling mendesak dalam fase pemulihan pascabencana, sehingga pembangunan rumah sementara dianggap relevan untuk membantu para penyintas bangkit kembali, tutupnya. (R)