Lab Indonesia 2026, Pamerkan Ratusan Inovasi Teknologi Laboratorium dari 16 Negara
TANGERANG - Di tengah meningkatnya perhatian terhadap industri laboratorium, perannya kini semakin strategis sebagai infrastruktur ilmiah yang menopang riset, inovasi, serta pengembangan industri lintas sektor.
Menjawab kebutuhan tersebut, Lab Indonesia 2026 kembali hadir sebagai ajang pameran bisnis terbesar di bidang laboratorium dan produk kimia di Tanah Air.
Memasuki edisi ke-8, pameran ini mulai digelar pada 15–17 April 2025 di Hall 5–7 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten.
Disampaikan oleh Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, dalam sambutannya, "Ajang pameran ini diproyeksikan diikuti lebih dari 300 perusahaan dari 16 negara dan wilayah, dengan menghadirkan beragam inovasi, solusi, serta perkembangan teknologi terbaru di industri laboratorium."
Lab Indonesia mencakup berbagai sektor, mulai dari medis, farmasi, pendidikan, hingga penelitian ilmiah. Kehadirannya diharapkan menjadi katalisator kolaborasi antara pelaku industri, akademisi, serta peneliti dalam mendorong kemajuan ekosistem riset nasional, ujar Kristi dalam pembukaan Lab Indonesia di ICE BSD City, Rabu, (15/4/2026).
Ia menambahkan, tidak hanya menghadirkan pameran produk dan teknologi, Lab Indonesia 2026 juga menyuguhkan sejumlah program pendukung yang dirancang untuk memperkaya wawasan dan memperluas jejaring bisnis keberlanjutan.
Senentara itu, Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M. Eng. Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyatakan pentingnya peran pameran ini dalam memperkuat ekosistem riset nasional.
Pameran seperti Lab Indonesia menjadi sangat penting dalam mendorong penguatan infrastruktur laboratorium, peningkatan kapasitas SDM, serta percepatan adopsi teknologi di berbagai sektor industri. Kolaborasi antara peneliti, industri, dan pemerintah merupakan kunci dalam membangun kemandirian teknologi nasional.
“Konektivitas antar ekosistem riset dan industri harus terus diperkuat agar inovasi yang dihasilkan dapat langsung diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” jelas Ratno Nuryadi.
Lebih lanjut, program tersebut meliputi Technical Seminar, Live Demonstration & Industry Workshop (LabTalk) yang menyajikan pembahasan teknis dan praktik langsung, serta International Scientific Conference (LabForum) yang mempertemukan para ilmuwan dan pakar dari berbagai bidang.
Selain itu, tersedia juga sesi One-to-One Business Matching yang memberikan kesempatan bagi peserta dan pengunjung untuk menjalin kemitraan strategis secara lebih terarah.
Dengan skala internasional dan ragam program yang komprehensif, Lab Indonesia 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan industri laboratorium di kawasan, sekaligus mendorong akselerasi inovasi berbasis sains dan teknologi, pungkasnya. (sm)









Tulis Komentar