Ifan Seventeen Rilis Video Klip Sinematik “Jangan Paksa Rindu” Layaknya Film Pendek

Peluncuran video klip lagu 'Jangan Paksa Rindu' (Beda) yang dikemas layaknya film pendek yang digelar di CGV FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2026). (Istimewa)

JAKARTA - Ifan Seventeen menghadirkan gebrakan baru di industri musik lewat video klip lagu Jangan Paksa Rindu (Beda) yang dikemas layaknya film pendek. Peluncuran resmi video klip ini digelar pada Jumat, 10 April 2026 di FX Sudirman, Senayan, Jakarta.

Berbeda dari video musik pada umumnya, karya terbaru ini mengusung pendekatan sinematik dengan alur cerita yang emosional dan mendalam. Video klip tersebut mengangkat kisah seorang pria yang kesulitan move on dari sosok yang kehadirannya terasa samar, antara nyata dan tidak dengan plot twist yang menyentuh.

Sejak dirilis pada 9 Januari 2026, lagu ini mendapat respons positif dari publik. Di platform streaming Spotify, “Jangan Paksa Rindu (Beda)” telah diputar lebih dari 50 juta kali. Popularitasnya juga meluas di media sosial, di mana potongan liriknya banyak digunakan dalam konten TikTok dan Instagram Reels.

Salah satu kreator video, Avesina Soebli, menjelaskan bahwa konsep cerita dirancang untuk memperkuat makna lagu. Bersama Jastis Arimba, ia menggarap visual yang mampu menghadirkan pengalaman emosional bagi penonton.

Ifan menilai, tren industri saat ini menuntut musisi tidak hanya menghasilkan lagu yang enak didengar, tetapi juga mampu menyampaikan cerita yang kuat secara visual. “Pendengar sekarang ingin merasakan cerita, bukan sekadar mendengar lagu,” ujarnya.

Sebagai bagian dari peluncuran, video klip ini juga akan ditayangkan melalui gala premiere di layar lebar, menghadirkan pengalaman menonton layaknya film bioskop. Langkah ini sekaligus menegaskan semakin tipisnya batas antara industri musik dan film.

Melalui karya ini, Ifan Seventeen menunjukkan arah baru dalam industri hiburan: kolaborasi lintas bidang, kekuatan storytelling, serta strategi distribusi digital menjadi kunci agar karya mampu bertahan dan relevan di tengah persaingan konten, tutup Ifan Seventeen. (R)