Dukung PP Tunas, Betadine Ajak Orang Tua Dampingi Anak Tumbuh Aktif dan Berani Eksplorasi Nyata

Peserta Bocil Approved Competition Push Bike Race bersama Betadine Bening Antiseptik mengajak orang tua untuk mendorong anak menjadi aktif dan berani lewat eksplorasi motorik di ruang terbuka. (Istimewa)

JAKARTA - Betadine bersama iNova Pharmaceuticals menyatakan dukungannya terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas sebagai langkah strategis dalam melindungi anak di ruang digital, khususnya melalui pembatasan akses media sosial pada usia dini.

Kebijakan ini dinilai relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak paparan layar berlebih pada anak, mulai dari gangguan fokus, keterlambatan perkembangan sosial, hingga risiko kesehatan mental.

Brand Manager Wound Care iNova Pharmaceuticals Indonesia, Anastasya Ratu Chaerani, mengatakan bahwa peran orang tua menjadi kunci dalam memastikan anak tetap tumbuh optimal di era digital.

“Peran orang tua bukan sekadar membatasi, tetapi juga mendampingi. Anak perlu diberi ruang yang aman untuk bereksplorasi agar dapat belajar dan berkembang dengan percaya diri,” ujarnya.

Menurutnya, momentum PP Tunas perlu dimanfaatkan untuk mendorong keseimbangan antara perlindungan digital dan pengalaman nyata di dunia fisik. Aktivitas bermain aktif di ruang terbuka dinilai penting sebagai fondasi perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak.

Betadine pun mengusung konsep “Generasi Bening”, yakni generasi yang aktif, berani mencoba hal baru, serta mampu berkembang melalui pengalaman langsung.

Dokter spesialis anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, menegaskan bahwa pembatasan screen time harus diimbangi dengan aktivitas pengganti yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Paparan layar berlebihan dapat berdampak pada perkembangan motorik, fokus, hingga interaksi sosial. Karena itu, anak membutuhkan aktivitas fisik dan eksplorasi nyata untuk merangsang perkembangan otak dan membangun kepercayaan diri,” jelasnya.

Ia menambahkan, aktivitas seperti bermain sepeda tanpa pedal (push bike) dapat membantu melatih koordinasi motorik, keberanian, serta kemampuan anak untuk bangkit setelah terjatuh.

Meski demikian, risiko seperti luka ringan saat bermain disebut sebagai hal yang wajar dalam proses tumbuh kembang anak. Dalam kondisi tersebut, respons orang tua menjadi faktor penting.

“Orang tua perlu tetap tenang karena anak akan merespons reaksi di sekitarnya. Jatuh dan terluka adalah bagian dari proses belajar,” kata dr. Kanya.

Untuk penanganan luka ringan, ia merekomendasikan metode 4C, yakni Chill (tetap tenang), Clean & Disinfect (membersihkan dan memberi antiseptik), Cover (menutup luka), serta Comfort (menjaga kenyamanan anak).

Sebagai dukungan, Betadine menghadirkan inovasi antiseptik dengan formula bening yang diklaim tidak perih dan aman untuk kulit sensitif anak. Produk ini mengandung Octenidine untuk perlindungan terhadap bakteri dan jamur, serta Allantoin yang membantu proses penyembuhan kulit.

Melalui inisiatif “Generasi Bening”, termasuk kegiatan edukatif dan kompetisi push bike untuk anak, Betadine mengajak orang tua untuk tidak takut memberi ruang eksplorasi bagi anak.

Dengan pendampingan yang tepat dan kesiapan menghadapi risiko kecil sehari-hari, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan berani mencoba hal baru, pungkasnya. (pro)