Auto2000 Kupas Tuntas 9 Hal Baterai pada New Veloz Hybrid EV
JAKARTA - PT Astra International Tbk (Auto2000) memberikan edukasi kepada masyarakat terkait teknologi baterai Toyota New Veloz Hybrid EV. Hal tersebut, dinilai dapat mendorong minat terhadap kendaraan EV di segmen hybrid yang menawarkan efisiensi bahan bakar dan emisi lebih rendah dengan harga yang lebih terjangkau.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, mengatakan bahwa pemahaman soal komponen utama seperti baterai menjadi penting bagi konsumen. Pasalnya, baterai tegangan tinggi berperan besar dalam mendukung performa sekaligus efisiensi kendaraan hybrid.
“Seiring kehadiran New Veloz Hybrid EV, AutoFamily perlu memahami teknologi pada mobil hybrid Toyota, termasuk baterai sebagai sumber energi motor listrik agar kendaraan lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan,” ujarnya dalam keterangan resmi, pada Jumat (3/4/2026).
Auto2000 merinci sejumlah hal penting terkait baterai New Veloz Hybrid EV yang perlu diketahui pengguna:
Pertama, mobil ini menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas sekitar 0,7 kW yang mampu menghasilkan tenaga hingga 80 PS pada motor listrik. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga sekitar 40 persen dibandingkan model konvensional, dengan konsumsi mencapai 28,9 km per liter.
Kedua, posisi baterai ditempatkan di bawah jok penumpang depan. Penempatan ini tidak mengganggu ruang kabin maupun bagasi serta membantu menjaga distribusi bobot kendaraan tetap seimbang.
Ketiga, sistem yang digunakan adalah self charging, di mana baterai dapat mengisi ulang secara otomatis saat kendaraan berjalan. Dengan demikian, pengguna tidak perlu bergantung pada fasilitas pengisian daya eksternal.
Keempat, selain baterai utama, kendaraan ini tetap dilengkapi aki kecil 12 volt yang berfungsi menyuplai kebutuhan listrik untuk sistem kelistrikan dasar seperti lampu, audio, hingga ECU. Aki ini tetap memerlukan perawatan rutin agar tidak mengalami penurunan performa.
Kelima, pengguna diimbau untuk tidak menutup kisi udara pendingin baterai. Komponen ini berfungsi menjaga suhu baterai tetap optimal agar tidak mengalami overheat yang dapat memengaruhi usia pakai.
Keenam, dari sisi perlindungan, Auto2000 memberikan garansi baterai hybrid selama 8 tahun atau 160.000 km, sementara aki kecil mendapat garansi 1 tahun atau 20.000 km, sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketujuh, jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama, pemilik disarankan untuk tetap memanaskan mesin secara berkala, minimal setiap tiga hari. Hal ini penting untuk menjaga kondisi aki kecil serta memastikan sirkulasi oli tetap optimal.
Kedelapan, indikator baterai hybrid yang tidak pernah menunjukkan angka 100 persen disebut sebagai hal normal. Sistem ini memang dirancang demikian untuk menjaga kesehatan baterai serta menyediakan ruang pengisian saat proses regenerative braking berlangsung.
Kesembilan, kendaraan hybrid tidak dapat dijalankan jika motor listrik mengalami kerusakan. Hal ini karena proses menyalakan mesin bensin bergantung pada motor listrik (MG1). Meski demikian, Auto2000 memastikan layanan darurat Emergency Roadside Assistance (ERA) tersedia 24 jam untuk membantu pelanggan.
Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Sapta Nugraha, menegaskan bahwa desain sistem baterai hybrid sudah mempertimbangkan aspek keamanan dan keawetan. Kondisi baterai yang tidak terisi penuh justru bertujuan menjaga battery health agar tetap optimal dalam jangka panjang.
Dengan edukasi ini, Auto2000 berharap konsumen semakin memahami cara kerja serta perawatan kendaraan hybrid, sehingga dapat memaksimalkan manfaat efisiensi dan kenyamanan yang ditawarkan teknologi elektrifikasi, pungkasnya (Ato)









Tulis Komentar