BSI Dorong Pedagang Pasar Naik Kelas Lewat Digitalisasi Transaksi
JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mempercepat transformasi digital di sektor pasar tradisional guna mendorong pedagang UMKM naik kelas dan memperluas inklusi keuangan syariah di masyarakat.
Disampaikan oleh Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, pasar merupakan pusat perputaran ekonomi harian yang strategis untuk akselerasi transaksi digital. Karena itu, BSI menghadirkan berbagai layanan digital guna mempermudah transaksi jual beli sekaligus memperluas akses layanan perbankan syariah bagi pedagang.
“Pasar menjadi salah satu tempat perputaran ekonomi harian masyarakat. Untuk itu kami hadir mempercepat transaksi jual beli melalui optimalisasi layanan digital BSI,” ujar Anton.
Hingga November 2025, BSI mencatat implementasi layanan digital melalui EDC dan QRIS telah menjangkau lebih dari 570 ribu merchant dengan total lebih dari 90 juta transaksi secara year to date. Capaian tersebut menunjukkan tingginya adopsi e-channel BSI di berbagai segmen usaha, termasuk UMKM pasar.
Untuk memperkuat layanan di sektor ini, BSI menghadirkan Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak BSI) yang saat ini telah ditempatkan di 31 pasar di seluruh Indonesia. Lapak BSI menyediakan beragam layanan, mulai dari pembukaan rekening, pembiayaan KUR syariah, layanan emas seperti cicilan dan gadai emas, hingga konsultasi perbankan syariah.
Selain itu, BSI juga memperluas kolaborasi dengan pengelola pasar, pemerintah daerah, serta komunitas UMKM guna memperkuat ekosistem ekonomi halal, khususnya di lingkungan pasar tradisional.
Melalui program Semarak Pasar, BSI secara aktif melakukan sosialisasi penggunaan layanan digital seperti BYOND by BSI, BSI QRIS, dan BSI EDC, sebagai bagian dari upaya mendorong efisiensi transaksi sekaligus meningkatkan daya saing pedagang pasar di era digital, jelasnya. (R)










Tulis Komentar