Pengguna Samsung Andalkan Galaxy AI untuk Produktivitas dan Kreativitas

JAKARTA - Kecerdasan buatan artificial intelligence (AI) kini tidak lagi sekadar fitur tambahan pada smartphone, melainkan telah menjadi bagian penting dalam rutinitas digital masyarakat. Samsung Electronics Indonesia mencatat, sepanjang 2025 tingkat adopsi Galaxy AI pada jajaran perangkat flagship mencapai 86,9 persen, menandakan hampir sembilan dari sepuluh pengguna aktif memanfaatkan AI untuk mendukung produktivitas dan kreativitas sehari-hari.

Data internal Samsung menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat tingkat penggunaan Galaxy AI sebesar 71,6 persen. Kenaikan ini merefleksikan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan mobile AI untuk menyelesaikan berbagai aktivitas, mulai dari pencarian informasi, pengolahan konten visual, hingga membantu proses kerja secara lebih cepat dan efisien.

“Galaxy AI telah mengubah cara pengguna menyelesaikan aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja maupun berkreasi. Tingkat penggunaan yang mencapai 86,9 persen membuktikan bahwa AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rutinitas digital pengguna,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/1/2026).

Berdasarkan pola pemakaian pengguna sepanjang 2025, Circle to Search with Google menjadi fitur Galaxy AI paling populer dengan tingkat penggunaan mencapai 76 persen. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari informasi langsung dari konten yang tampil di layar tanpa perlu berpindah aplikasi. Sementara itu, fitur berbasis visual seperti Photo Assist (20,5 persen) dan Generative Edit (19 persen) juga mencatat minat tinggi, terutama di kalangan pengguna yang aktif membuat konten digital.

Samsung menilai tingginya adopsi fitur visual tersebut menunjukkan kebutuhan pengguna akan solusi kreatif yang praktis dan cepat. Kehadiran Audio Eraser melengkapi ekosistem Galaxy AI dengan kemampuan memisahkan suara utama dari kebisingan latar, sehingga mendukung produksi konten audio-visual yang lebih profesional tanpa perangkat tambahan.

Di sisi produktivitas, Galaxy AI dimanfaatkan untuk menyederhanakan berbagai aktivitas kerja. Fitur Live Translate dan Interpreter memungkinkan komunikasi lintas bahasa secara real-time, sementara Transcript Assist membantu pengguna merekam, mentranskrip, hingga merangkum hasil meeting secara otomatis.

Adapun Now Brief berfungsi sebagai asisten proaktif yang menyajikan ringkasan jadwal dan pengingat penting dalam satu tampilan, sehingga pengguna dapat memulai hari dengan lebih terstruktur.

Ilham menambahkan, pemahaman terhadap kebiasaan dan kebutuhan pengguna menjadi dasar Samsung dalam mengembangkan inovasi Galaxy AI ke depan. “Insight dari pola penggunaan ini menjadi fondasi kami untuk menghadirkan Galaxy AI yang semakin relevan dan kontekstual di tahun 2026,” ujarnya.

Seiring prediksi bahwa 2026 menjadi titik balik AI sebagai kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari, Samsung menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Galaxy AI agar semakin terintegrasi dalam cara pengguna bekerja, berkreasi, dan menjalani aktivitas harian secara lebih efisien dan bermakna. (R)