HKTDC Buka Akses Pasar Global Lewat Pameran Dagang Internasional Maret–April 2026
JAKARTA - Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) kembali membuka peluang bisnis lintas industri bagi pelaku usaha Indonesia melalui rangkaian pameran dagang internasional berskala besar yang akan digelar di Hong Kong pada Maret hingga April 2026.
Agenda ini menjadi bagian dari upaya HKTDC memperkuat konektivitas perdagangan global, memanfaatkan posisi Hong Kong sebagai pusat perdagangan dan sourcing internasional.
Associate Director, Business Development, Exhibitions and Digital Business HKTDC, Samuel Cheng, menyampaikan bahwa pameran-pameran tersebut dirancang sebagai platform strategis bagi pembeli, distributor, dan peritel Indonesia untuk menemukan produk unggulan, membangun jejaring bisnis, serta memperluas akses ke pasar global.
“Pameran ini menyediakan platform yang sangat efektif bagi pelaku usaha Indonesia untuk melakukan sourcing langsung dan menjalin kemitraan dengan pemasok global. Pada 2026, kami optimistis partisipasi pembeli dari Indonesia akan terus meningkat,” ujar Cheng dalam keterangannya di Jakarta.
Rangkaian pameran yang akan digelar pada Maret 2026 meliputi HKTDC Hong Kong International Diamond, Gem & Pearl Show (2–6 Maret 2026) dan HKTDC Hong Kong International Jewellery Show (4–8 Maret 2026).
Sementara itu, pada 27–30 April 2026, HKTDC akan menyelenggarakan sejumlah pameran lifestyle, antara lain Hong Kong Gifts & Premium Fair, Fashion InStyle, Home InStyle, Hong Kong International Printing & Packaging Fair, serta DeLuxe PrintPack Hong Kong.
Dua pameran perhiasan unggulan yang mengusung tema “Fusion of Dazzling Beauty” akan digelar secara bersamaan di dua lokasi berbeda, yakni Hong Kong Convention and Exhibition Centre dan AsiaWorld-Expo. Format “two shows, two venues” ini menghadirkan ekosistem pasar perhiasan terpadu terbesar di dunia, mencakup perhiasan jadi, berlian, batu mulia, mutiara, hingga bahan baku.
Pada penyelenggaraan 2025, kedua pameran tersebut berhasil menarik sekitar 82.000 pembeli dari 141 negara dan wilayah, serta diikuti lebih dari 4.000 exhibitor dari 40 negara. Sejumlah exhibitor asal Indonesia juga tercatat akan kembali berpartisipasi pada edisi 2026, mencerminkan kuatnya posisi Indonesia dalam rantai pasok perhiasan global.
Selain perhiasan, pameran lifestyle HKTDC pada April 2026 akan menghadirkan kurasi produk global di sektor hadiah, fashion, perlengkapan rumah, hingga percetakan dan pengemasan. Pada 2025, rangkaian pameran ini diikuti lebih dari 6.000 exhibitor dan menarik sekitar 100.000 pembeli global dari 131 negara dan wilayah.
HKTDC juga menegaskan komitmennya dalam memperluas peluang bisnis melalui penerapan model EXHIBITION+, yang mengintegrasikan pameran fisik dan digital. Melalui platform berbasis AI seperti Click2Match, HKTDC Sourcing, dan Intelligence Hub, pelaku usaha dapat melanjutkan interaksi bisnis sebelum, selama, dan setelah pameran berlangsung.
Penguatan agenda pameran ini sejalan dengan eratnya hubungan perdagangan Hong Kong dan Indonesia. Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai mitra dagang terbesar ke-22 Hong Kong secara global dan ke-6 di kawasan ASEAN, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai lebih dari USD 4,7 miliar.
Melalui rangkaian pameran internasional tersebut, HKTDC menargetkan Hong Kong tetap menjadi gerbang utama bagi pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar global dan memperluas jejaring bisnis lintas sektor. (R)









Tulis Komentar