Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
G20 Kunci Penting Bangun Arsitektur Kesehatan Global
Selasa, 15-11-2022 - 09:18:39 WIB
TERKAIT:
 
  • G20 Kunci Penting Bangun Arsitektur Kesehatan Global
  •  

    Singgalangnews.com,Bali - Senior Adviser to Director Jenderal World Health Organization (WHO), Bruce Aylward menyampaikan apresiasi atas inisiatif Indonesia selaku Presidensi G20 mengangkat tema infrastruktur kesehatan global sebagai salah satu agenda G20 tahun ini. Menurutnya, infrastruktur kesehatan global masih menjadi pekerjaan rumah terbesar negara-negara di dunia.


    Hal ini terbukti ketika dunia menghadapi pandemi COVID-19 yang tidak hanya
    menguncang sektor kesehatan, namun juga berdampak pada sektor ekonomi
    sehingga terjadi pelambatan dan bahkan aktivitas ekonomi terhenti. Bruce
    menegaskan, selama sistem kesehatan global tidak diperbaiki, dunia tetap akan
    rentan terhadap bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang.


    Mungkin gambar 2 orang dan teks yang menyatakan 'Sungguh fantastis bahwa kepresidenan G20 ndonesia telah mengambil temaInfrastruktur kesehatan global KOMITMEN G20 MEMBANGUN ARSITEKTUR KESEHATAN GLOBAL'


    Senior Adviser to Director Jenderal World Health Organization (WHO), Bruce Aylward


    "Maka dari itu, kita harus memperhatikan kesehatan masyarakat dunia. Kita
    membutuhkan penguatan dan stabilitas infrastruktur kesehatan global. Dan
    sungguh luar biasa Presidensi G20 Indonesia telah melihat dan mengangkat
    masalah ini sebagai isu prioritas. Kita tidak dapat menyelesaikan isu ini tanpa
    peran G20," kata Bruce dalam diskuis daring yang digelar Forum Merdeka Barat
    9 (FMB9) pada Minggu (14/11/22).


    Kabar baiknya, Bruce mengakui, G20 merupakan kumpulan negara-negara yang
    memegang 60 persen populasi dunia dan 80 persen negera-negara G20
    merupakan raksasa ekonomi dunia.


    Tantangan Dunia Hadapi Pandemi Covid-19


    Bruce menambahkan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia adalah
    adanya kesenjangan pada 'Primary Health Care' atau Layanan Kesehatan Dasar
    yang mencakup hampir seluruh dunia, bahkan di negara-negara berpendapatan
    Jl. Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat 10110.



    "Lebih dari 2 miliar orang tidak memiliki akses ke pelayanan kesehatan dasar.
    Apa yang terjadi ketika pandemi seperti covid-19 menghantam, sistem
    kesehatan di seluruh dunia mengalami kerusakan. Karena kita berada dalam
    dunia yang saling terhubung, kita semua menderita," pungkasnya.
    Maka dari itu, kata Bruce menegaskan, masalah sistem kesehatan global perlu
    kerjasama dan kolaborasi seluruh dunia. "Kita tidak dapat menyelesaikan
    masalah ini tanpa kerjasama dan kolaborasi seluruh dunia," tukasnya.


    Masalah Akses dan Ketersedian Pangan


     


    Mungkin gambar 2 orang dan teks yang menyatakan 'terkait akses pangan danpenyebabnya adalah harga pangan yang kian mahal. Kondisi ini terjadi karena G2O MAXIMO TORERO P Donomist 40'


    Chief Economics Food and Agriculture
    Organization (FAO) Maximo Torero


    Pada kesempatan yang sama, Chief Economics Food and Agriculture
    Organization (FAO) Maximo Torero mengatakan tahun ini dunia sedang
    manghadapi tantangan terbesar yakni akses pangan. Masalah ini muncul karena
    harga pangan yang kian mahal dan imbas dari konflik Rusia-Ukraina.
    "Dunia saat ini sedang menghadapi tantangan besar yang sangat luar biasa.
    Tahun ini kita mengalami masalah yang disebut "akses pangan" dan
    penyebabnya terjadinya kondisi ini adalah harga pangan yang kian mahal," ujar
    Maximo.


    Maximo menyebutkan, kenaikan harga pangan tertinggi sepanjang sejarah
    terjadi pada bulan Maret tahun ini. Kendati sempat turun namun tetap tidak
    siginifikan sehingga harga pangan tetap dinilai tinggi.


    Masalah akses pangan ini, Maximo menjelaskan, menutup pintu bagi
    masyarakat pada sumber-sumber pangan. Artinya, banyak masyarakat dunia
    tidak bisa membeli makanan. Hal itu yang membuat pihaknya menyebut ini
    sebagai masalah akses pangan.


    "Artinya, masyarakat tidak punya banyak sumber pangan dan tidak akan bisa
    membeli makanan. Oleh karena itu, kita sebut ini sebagai masalah akses
    pangan," tukasnya.


    Maximo menambahkan, masalah akses pangan ini terjadi selain karena
    pembatasan selama pandemi covid-19 untuk menekan laju penyebaran virus,
    juga karena perang Rusia-Ukraina.
    "Kondisi ini terjadi setelah pandemi covid-19 dimana harga pangan tinggi dan
    makin meroket karena perang di Ukraina. Alasan utamanya adalah karena
    Federasi Rusia dan Ukraina merupakan eksportir dari 30 persen biji gandum
    untuk dunia. Sementara Federasi Rusia merupakan eksportir utama pupuk
    dunia,"
    "Jadi tahun ini masalah akses pangan. Tahun depan akan menjadi tantangan
    terbesar adalah ketersediaan pangan," tambahnya.(pri)




     
    Berita Lainnya :
  • Wapres RI Melalui BAZNAS Salurkan 600 Paket Sembako ke Rumah Ibadah Papua
  • AASI Luncurkan “Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah di Indonesia”
  • Bank Muamalat dan BMM Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa Cianjur
  • Niantic Inc, Resmi Luncurkan Pokemon GO Bahasa Indonesia
  • Visa dan UOB Umumkan Pemenang Reward Nasabah Menyaksikan FIFA World Cup 2022 di Qatar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Wapres RI Melalui BAZNAS Salurkan 600 Paket Sembako ke Rumah Ibadah Papua
    02 AASI Luncurkan “Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah di Indonesia”
    03 Bank Muamalat dan BMM Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa Cianjur
    04 Niantic Inc, Resmi Luncurkan Pokemon GO Bahasa Indonesia
    05 Visa dan UOB Umumkan Pemenang Reward Nasabah Menyaksikan FIFA World Cup 2022 di Qatar
    06 Ajak Gaya Hidup Berbagi, BAZNAS Dorong Mahasiswa Jadi Duta Zakat
    07 ITC dan Unilever Dorong Procurement yang Responsif Gender pada Sektor Swasta Indonesia
    08 DPR Dukung Penguatan Kelembagaan BAZNAS Secara Nasional
    09 Isuzu Indonesia Raih Gelar Triple Star Aftersales Award Dunia
    10 Mustahik Binaan BAZNAS Berhasil Panen Raya Pepaya California
    11 Edelweiss Care Kirim Tim Medis dan Trauma Healing
    12 Yayasan WINGS Peduli Distribusikan Kebutuhan Korban Gempa Bumi Cianjur
    13 Novita Emilda Salurkan Bantuan Logistik ke Pedalaman Gempa Cianjur
    14 Untuk Rekonstruksi Ponpes dan Rumah Ibadah Gempa Cianjur, BAZNAS Targetkan Pegumpulan Rp50 Miliar
    15 Xiaomi Unggulan 4 Fitur pada Tablet Redmi Pad
    16 Weswey Ngetop Dari Cover Lagu Lounching Lagu Tolong Bilang
    17 Ajinomoto Gandeng BAZNAS Serahkan Bantuan Pengungsi Korban Gempa Cianjur
    18 Dukung Pemulihan Trauma Gempa Cianjur, BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak
    19 Hasil Penelitian, Penyebab Terbanyak Gagal Ginjal Akut adalah Intoksikasi Obat
    20 Optimalkan Investasi Masa Depan, UOB Indonesia luncurkan UOB Wealth Fair 2022
    21 Bantu Warga Terdampak Gempa Cianjur, BAZNAS Dirikan Pos Layanan Kesehatan
    22 Korban Gempa Cianjur, BAZNAS Dirikan Dapur Umum
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS