Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
Gelar BBI Lagawi Fest, Kemenperin Dorong IKM Lampung Go-Digital
Selasa, 21-06-2022 - 09:18:04 WIB
TERKAIT:
 
  • Gelar BBI Lagawi Fest, Kemenperin Dorong IKM Lampung Go-Digital
  •  

    Singgalangnews.com,Jakarta- Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) akan digelar di Lampung melalui “Lagawi Fest” pada Bulan Juni ini. Kampanye yang diselenggarakan di 12 provinsi ini menjadi jurus kunci usaha industri kecil dan menengah (IKM) menggeliat.


    Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita
    mengatakan Lampung dipilih karena merupakan pintu masuk bagian selatan
    pulau Sumatera. Selain itu, wilayah tersebut juga memiliki pontesi SDA serta
    industri manufaktur yang juga meningkat.


    "Kita tahu Lampung ini pintu masuk dari selatan pulau Sumatera dan pontesi
    SDAnya juga banyak," kata Reni dalam diskusi daring yang digelar Forum
    Merdeka Barat 9 bertema “BBI, Jurus Kunci Bangkitkan Gairah IKM“ pada Senin,
    (20/6/22).


    Selain itu, Reni menjelaskan, industri manufaktur yang ada di Lampung
    meningkat tajam pada 2021 lalu yakni mencapai 4,59 persen. Menurutnya, hal
    tersebut menunjukan bahwa kegiatan manufaktur di daerah tersebut sudah
    menggeliat.


    Selain itu, ungkap Reni, Lampung juga memiliki banyak pelaku-pelaku IKM yang
    sudah berkembang setelah terdampak pandemi covid-19. Baik di sektor
    makanan minuman, pakaian jadi, kerajinan termasuk teknologi tepat guna.


    Menurutnya, masifnya kebangkitan IKM di wilayah Lampung ini sekaligus
    menjadi tantangan. Sehingga, pihaknya berupaya mendorong produk IKM yang
    sudah berkembang itu menjadi produk artisan yang lebih berkelas dan makin
    dikenal luas dengan menjangkau pasar yang lebih luas.


    "Jadi kami, melalui Gernas BBI Lagawi Fest ini mencoba menggerakan wirausaha
    baru di Lampung untuk mengembangkan inovasi terhadap produk yang
    dihasilkan untuk lebih mengenalkan dengan masuk di berbagai marketplace,"
    tukasnya.


    Pada kesempatan itu, Reni juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah telah
    melatih 22.515 Industri Kecil Menengah (IKM) melalui program e-smart IKM.
    Pelatihan ini dilakukan agar para pelaku IKM menguasai teknologi e-business.
    Program E-smart IKM yang telah berlangsung sejak 2017 hingga sekarang ini,
    sebanyak 14.025 IKM sudah on boarding ke platform digital.


    Melalui program tersebut, jelas Reni, Kemenperin membantu para IKM agar
    mampu mengelola pemasarannya hingga sistem pembukuan secara digital.
    "Nah, ini yang sudah di IKM yang sudah masuk ke literasi digital itu sejumlah
    22.515 IKM dan yang sudah boarding sekitar 14.025 IKM dengan kita
    menggandeng beberapa marketplace yang ada," beber Reni.

    Reni menegaskan, program E-smart IKM yang dikembangkan oleh Dirjen IKMA
    ini dijadikan pintu masuk bagi IKM untuk on boarding ke sektor digital. Hal itu
    dilakukan, supaya Kemenperin mudah mengumpulkan, dan mengelola data
    IKM-IKM yang ada di Indonesia.


    "Jadi untuk kami melakukan pembinaan untuk kami menjamin kualitas,
    produksinya termasuk fasilitas yang ada di kementerian perindustrian syaratnya
    adalah IKM tersebut harus ada di data e-smart IKM kami," jelasnya.


    Sebab, e-smart IKM ini sesuai dengan program making Indonesia 4.0, salah
    satunya adalah pemberdayaan supaya IKM melek teknologi, dan agar IKM
    mampu menyajikan produknya secara digital.


    Kemenperin mencatat, jumlah unit dari Sabang sampai Merauke mencapai 4,4
    juta unit usaha, dibagi menjadi 10.500 sentra-sentra IKM. Maka, Kemenperin
    efektif melakukan pemberdayaan dan pembinaan itu melalui sentra.


    "Sentra ini adalah kumpulan dari minimal 5 IKM sejenis ataupun dia mempunyai
    proses produksi sejenis. Jadi, untuk pembinaannya kami pasti menyelesaikan
    permasalahan yang ada kalau di IKM pasti awalnya teknologi, teknologi masih
    sangat sederhana," ujarnya.


    Ketika permasalahan teknologi telah teratasi, tinggal bagaimana IKM mampu
    menghasilkan barang sesuai dengan pasar. Melalui gerakan nasional bangga
    buatan Indonesia sebenarnya pasarnya sudah ada.


    Pemerintah juga sudah mengimbau Kementerian dan Lembaga untuk belanja produk lokal.


    "Jadi, kebijakan afirmatif ini harus kami sikapi dengan membina IKM nya supaya
    memenuhi (pasar). Nah, memang tantangan besar adalah bagaimana pasar yang
    sudah tercipta ini kita harus tingkatkan," pungkasnya. (dpri)







     
    Berita Lainnya :
  • Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
  • Ini Penjelasan MUI Tentang Hewan Kurban Terkena Wabah PMK , Amankah?
  • Yayasan Wings Peduli Bersama Pemkot Surabaya Pasang Trash Boom di 5 Titik
  • realme GT NEO 3 Usung Triple Chip Paling Ngebut Untuk Gaming
  • Dirut Bank Nagari Dukung Program HIPMI Sumatera Barat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
    02 Ini Penjelasan MUI Tentang Hewan Kurban Terkena Wabah PMK , Amankah?
    03 Yayasan Wings Peduli Bersama Pemkot Surabaya Pasang Trash Boom di 5 Titik
    04 realme GT NEO 3 Usung Triple Chip Paling Ngebut Untuk Gaming
    05 Dirut Bank Nagari Dukung Program HIPMI Sumatera Barat
    06 Pemkot Pariaman akan Upayakan Pembangunan Perpustakaan Daerah yang Representatif
    07 LPPOM MUI: Kewajiban Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Bisnis
    08 Bertemu Duta Besar Amerika Serikat, Mendag Zulhas: Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan
    09 Indopos Gelar FGD, Jakarta Punya Hajat Ekonomi Semakin Stabil
    10 BSI Pimpin Pembiayaan Sindikasi Syariah Rp1,34 T Proyek Tol Semarang-Demak
    11 Potensi Ekonomi Kurban Online BAZNAS Menjangkau Ujung Negeri
    12 Pembeli Pertalite dan Solar Tak Lagi Bisa Bebas
    13 Pengamat Politik Lokal: DOB Papua Demi Kepentingan Integrasi Nasional
    14 Lembaga Masyarakat Adat Papua Dukung DOB Provinsi Papua
    15 Huawei Indonesia Luncurkan HUAWEI Band 7 Layaknya Smartwatch
    16 Tim BAZNAS Bantu Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Leuwiliang Bogor
    17 Jagokan Wisata Edukasi Subak Desa Kertalangu, Denpasar Raih Penghargaan Promosi Desa Wisata Nusanta
    18 Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point
    19 Wehelpyou Buy & Sell Ajak UMKM Bangkit Bersama Go Digital
    20 Sukseskan Layanan Kurban Online BAZNAS dan CIMB Niaga Syariah Berkolaborasi
    21 Kongres XXI IAI Untuk Praktek Profesi Berkualitas dan Kesehatan Masyarakat Paripurna
    22 Webinar, Unilever Indonesia Dorong Tenaga Kerja Masa Depan
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS