Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
Pemerintah Optimis Pulihkan Perekonomian dengan Dorong Konsumsi
Selasa, 16-02-2021 - 21:36:01 WIB
TERKAIT:
 
  • Pemerintah Optimis Pulihkan Perekonomian dengan Dorong Konsumsi
  •  

    Singgalangnews.com,Jakarta–Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, Upaya memulihkan perekonomian nasional yang terdampak oleh pandemi COVID-19 di 2020 terus diupayakan. Selain melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah juga menekankan perlunya mendorong konsumsi masyarakat agar sektor industri nasional terus bergerak sehingga lapangan pekerjaan pun tercipta kembali.


    “Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih yang menjadi tertinggi dengan menyumbang 57,6% Produk Domestik Bruto (PDB), kedua adalah PMTB (investasi) 31,6%, artinya memang kalau mengejar pertumbuhan ekonomi fokus di konsumsi rumah tangga dan investasi,” ungkap Susiwijono Moegiarso dalam acara Dialog Produktif bertajuk Daya Ungkit Ekonomi Bangkit, yang diselenggarakan oleh KPCPEN dan tayang di FMB9ID_IKP, Selasa (16/2/2020).


    “Yang kita andalkan menjadi key driver bagi pertumbuhan ekonomi 2021 pastinya mendorong konsumsi rumah tangga, bagaimana kita meningkatkan daya beli bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah dengan menggulirkan program-program jaringan keamanan sosial, dan membangun kepercayaan diri masyarakat ekonomi menengah ke atas untuk kembali berbelanja. Tahun 2021 juga momentum untuk mendorong investasi,” tegas Susiwijono.


    Beberapa indikator ekonomi makro Indonesia menunjukkan beberapa sinyal positif. Hampir semua komoditi mengalami perbaikan, beberapa industri sudah mulai bergerak, impor bahan baku dan barang modal memasuki kuartal IV 2020 trennya mulai meningkat tinggi.


    “Sehingga kami berharap ini menjadi indikasi sektor riil kita mulai bergerak. Beberapa komoditas terutama minyak kelapa sawit dan beberapa produk tambang di pasar internasional harganya cukup bagus, sehingga ekspor kita cukup kuat. Apabila disimpulkan, di 2021 pemerintah sangat optimis perekonomian akan pulih,” terang Susiwijono.


    Lebih lanjut lagi, Susiwijono menjelaskan, “Di sisi supply, memang banyak sektor yang terpukul, sektor manufaktur misalnya berkontribusi 19,8% bagi perindustrian, sehingga kita fokus di industri ini karena multiply effect akan besar sekali, terkait ketenagakerjaan,” terang Susiwijono.


    Pemerintah pun meluncurkan paket kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mendorong industri otomotif. Selain karena industri ini terdampak cukup dalam, di sisi lain multiply effect dari industri ini cukup besar karena sektor pendukungnya juga cukup banyak.


    “Diharapkan kebijakan ini menurunkan harga kendaraan bermotor, dan meningkatkan pembelian kendaraan bermotor. Skemanya yakni pemberian insentif fiskal PPnBM Ditanggung Pemerintah yang ditargetkan berlaku 1 Maret 2021 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2021,” terang Susiwijono.


    Pernyataan ini diperkuat juga oleh Piter Abdullah, Pengamat Ekonomi, bahwa program ini akan memanfaatkan daya beli di masyarakat yang masih ada. Saya mendukung kebijakan ini, dalam rangka mendorong permintaan (demand). Kebijakan ini cukup tepat apabila menyasar kelompok masyarakat ekonomi menengah ke atas. Kalau kita kembalikan daya belinya, efeknya akan sangat besar bagi pertumbuhan demand kita,” Untuk diketahui, PPnBM direncanakan akan dilakukan bertahap dan peraturannya akan direvisi dan dievaluasi setiap tiga bulan.


    Selain itu, kebijakan PPnBM juga direncanakan akan berjalan dengan kebijakan fiskal yang lain. “Menko Perekonomian juga telah bersurat kepada Kemenkeu, OJK dan BI karena melihat skema pembelian kendaraan bermotor di masyarakat sebagian besar melalui kredit. Nantinya juga beberapa kebijakan yang lain akan mengiringi kebijakan PPnBM ini,” terang Susiwijono.


     “Seperti yang disampaikan tadi, memang tujuannya untuk meningkatkan konsumsi, dan pilihan untuk mendorong pembelian otomotif pengaruhnya baik dampaknya dari hulu sampai hilir sangat besar. Ini membantu industri otomotif mampu bertahan sampai menunggu pandemi berakhir. Tentu dengan catatan nantinya kebijakan ini bisa diperluas, tidak hanya menyasar kelompok ekonomi menengah ke bawah. Secara keseluruhan saya mengapresiasi kebijakan ini karena dengan adanya konsumsi yang kembali tumbuh akan menggerakkan industri sehingga memunculkan kembali lapangan kerja,” tutup Piter Abdullah.


    Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional. Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional. (Siaran pers/Dpriyatna)




     
    Berita Lainnya :
  • Bank Syariah Indonesia Perkuat Pembiayaan Griya Hasanah 
  • Entrasol Gelar Health Talk, Kupas Tuntas Vaksin COVID-19 dan Nutrisi Lansia  
  • Samsung Andalkan Fitur Galaxy A12 | A02s 
  • Bank Danamon Luncurkan Layanan Wakaf Uang Digital
  • Bank Danamon Salurkan 1000 Pic Kaus ke Relawan RSDC WA   
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bank Syariah Indonesia Perkuat Pembiayaan Griya Hasanah 
    02 Entrasol Gelar Health Talk, Kupas Tuntas Vaksin COVID-19 dan Nutrisi Lansia  
    03 Samsung Andalkan Fitur Galaxy A12 | A02s 
    04 Bank Danamon Luncurkan Layanan Wakaf Uang Digital
    05 Bank Danamon Salurkan 1000 Pic Kaus ke Relawan RSDC WA   
    06 Pemerintah dan Swasta Tingkatkan Potensi Sampah Menjadi Sumber Energi Terbarukan 
    07 Acer Luncurkan Laptop Gaming Nitro 5 Dengan Prosesor Intel Core Generasi ke-11 
    08 PPAK : Industri Kosmetik, Industri yang Mampu Bertahan di Tengah Gempuran Covid 19
    09 Nestlé DANCOW Nutritods Kenalkan Gerakan 1 Juta #BundaBangga  
    10 Tiga Sineas Muda Lewat Galaxy S21 Ultra 5G Hasilkan Karya Video Layaknya Film
    11 MUFG dan Danamon Perkuat Bisnis Domestik 
    12 Samsung Galaxy M02 Ponsel Sejutaan, #SobatAntiLowbat 
    13 Mustika Ratu (MRAT) Co Branding Dengan Omega Hotel Management (OHM)
    14 KB Bukopin Siap Menjadi Bintang Finansial Indonesia 
    15 Presiden Jokowi Dukung Gerakan Cinta Zakat BAZNAS 
    16 Manjakan Pelanggan, Smartfren Tebar Hadiah Lewat Program Rejeki WOW
    17 Peluang Industri Properti Masih Menjanjikan 
    18 Kota Tegal Menjadi Pusat Daur Ulang Sampah Pertama di Indonesia
    19 2020, Piaggio Group Kembali Pimpin Pasar Eropa
    20 BPKH Gandeng BAZNAS Bantu Korban Banjir Jabodetabek 
    21 Arfa Kembali Rilis Lagu Usia Rilis Malaikat Pelindungku
    22 Total Kasus Positif Corona-19 di Sumbar Total 28.750 Orang
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS