Fitur Keselamatan Jadi Andalan Mudik, Suzuki Fronx Dibekali DSBS II Cegah Tabrakan

JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, faktor keselamatan berkendara menjadi perhatian penting bagi para pengemudi. Untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama perjalanan jarak jauh, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan teknologi Dual Sensor Brake Support II (DSBS II) pada varian SGX dari Suzuki Fronx.

Fitur tersebut merupakan bagian dari sistem Suzuki Safety Support yang dirancang untuk membantu pengemudi mendeteksi potensi tabrakan sekaligus memberikan dukungan pengereman dalam kondisi darurat.

Head of Marketing 4W SIS, Yulius Purwanto, mengatakan kondisi jalan saat mudik sering berubah secara tiba-tiba, seperti kendaraan di depan yang melakukan pengereman mendadak.

“Fitur Suzuki Safety Support melalui DSBS II hadir untuk memberi peringatan serta bantuan pengereman otomatis, sehingga pengemudi memiliki waktu lebih untuk bereaksi dan menghindari tabrakan,” ujarnya.

Teknologi DSBS II bekerja dengan memadukan monocular camera dan millimeter wave radar untuk memantau kondisi jalan di depan secara kontinu. Sistem ini mampu membaca jarak kendaraan serta mendeteksi objek seperti kendaraan lain maupun pejalan kaki, bahkan saat hujan atau berkendara di malam hari.

Ada tiga tahapan perlindungan yang diberikan sistem ini. Pertama, Forward Collision Warning yang memberikan peringatan visual dan suara saat terdeteksi potensi benturan. Kedua, Forward Collision Damage Mitigation Brake Assist yang membantu meningkatkan tekanan pengereman jika respons pengemudi kurang memadai.

Dan yang terakhir, Collision Damage Mitigation Braking Function yang dapat mengaktifkan rem otomatis untuk membantu menghindari atau meminimalkan dampak tabrakan.

Suzuki juga mengingatkan pengemudi untuk memastikan fitur tersebut selalu aktif dengan memeriksa indikator pada panel instrumen serta menjaga kebersihan area sensor di grille depan dan kaca depan agar sistem dapat bekerja optimal.

Meski demikian, Suzuki menegaskan DSBS II merupakan fitur bantuan berkendara dan bukan pengganti kewaspadaan pengemudi.

Perjalanan mudik tetap membutuhkan konsentrasi penuh, kondisi fisik yang prima, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas agar perjalanan menuju kampung halaman berlangsung aman dan nyaman, pungkasnya. (R)