Ramadan di Negeri Ratu Elizabeth: PPI Oxford Sajikan 20 Menu Nusantara dalam Buka Puasa Inklusif
OXFORD – Suasana Ramadan terasa hangat di Kota Oxford. Perhimpunan Pelajar Indonesia Oxford (PPI Oxford) berkolaborasi dengan Oxford Indonesian Society (OXIS) dan Pengajian At-Taqwa Oxfordshire menggelar acara buka puasa bersama yang inklusif dan terbuka bagi berbagai kalangan, tidak terbatas bagi umat Muslim saja.
Kegiatan yang berlangsung di Oxfordshire, Inggris, ini dihadiri sekitar 80 orang, termasuk warga Indonesia serta tamu dari Malaysia dan Singapura. Mengusung konsep swadaya, para mahasiswa dan diaspora Indonesia menghadirkan 20 menu khas Nusantara dalam tradisi potluck yang telah menjadi bagian dari kebersamaan komunitas di perantauan.
Ketua Pengajian At-Taqwa Oxfordshire, Irfan Sarhindi, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi keberkahan di bulan suci Ramadan.
“Buka bersama ini bukan hanya tentang makan bersama, tetapi juga kesempatan untuk saling menguatkan dan berbagi nilai kebaikan,” ujarnya.
Sajian Nusantara Obati Rindu Tanah Air
Keunikan acara terletak pada ragam hidangan tradisional yang disajikan, seperti nasi liwet, nasi padang, bakso, bakwan jagung, es campur, ketan serundeng, telur balado, hingga tahu isi.
Menu yang sederhana di Tanah Air tersebut justru terasa istimewa ketika dinikmati di perantauan, menghadirkan rasa rindu sekaligus mempererat kebersamaan.
Rangkaian acara juga diisi dengan ceramah singkat, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan hadits oleh anak-anak, serta shalat berjamaah. Suasana khidmat dan kekeluargaan terasa menyatu sepanjang kegiatan.
Koordinator OXIS, Yani Sampurno, menyampaikan bahwa kegiatan tahunan ini menjadi wadah mempererat komunikasi antara pelajar dan diaspora Indonesia di Oxfordshire.
“Semangat kebersamaan ini penting untuk menjaga persaudaraan dan membangun jejaring yang kuat di perantauan,” katanya.
Bangun Support System di Perantauan
Ketua PPI Oxford, Thareq Barasabha, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan.
“Acara ini memberi banyak manfaat, mulai dari recharge keimanan hingga membangun support system yang kuat di antara warga Indonesia dan negara serumpun di perantauan,” ujarnya.
Saat ini, PPI Oxford memiliki lebih dari 60 anggota yang tengah menempuh pendidikan jenjang S1, S2, dan S3. Selain kegiatan keagamaan, organisasi ini juga aktif menggelar berbagai aktivitas seperti latihan pencak silat, paper critique, kelas memasak dan memanggang, presentasi riset, hingga diskusi bersama tokoh nasional seperti Sri Mulyani Indrawati yang tengah menjabat sebagai World Leaders Fellow di Blavatnik School of Government, University of Oxford.
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, PPI Oxford dan komunitas Indonesia di Oxfordshire menunjukkan bahwa jarak ribuan kilometer dari Tanah Air tidak menghalangi semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, terutama dalam menyemarakkan Ramadan di negeri orang. (Re)










Tulis Komentar