Ramadan Ekstra Seru 2026: Sinergi TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop Dongkrak Ekonomi Digital

TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop gelar acara Konferensi Pers dan Buka Puasa Bersama bertajuk 'Ramadan Ekstra Seru 2026' di Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Istimewa)

JAKARTA – Momentum Ramadan kembali menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi digital nasional. Melalui kampanye “Ramadan Ekstra Seru 2026”, TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop memperkuat sinergi untuk menghadirkan pengalaman terintegrasi bagi kreator, pelaku usaha, hingga konsumen.

Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tumbuh 4,87 persen dengan Ramadan sebagai salah satu penopang signifikan. Melihat potensi tersebut, ketiga platform menghadirkan ekosistem digital yang menggabungkan konten inspiratif, hiburan, hingga transaksi yang aman dan nyaman.

Communications Lead TikTok Indonesia, Edwin Lengkei, menyebut Ramadan selalu menjadi momen istimewa di TikTok. Tahun lalu, lebih dari 21,9 juta video diunggah selama Ramadan. Sementara pada pekan pertama Ramadan 2026 saja, tercatat hampir 13 juta video singkat telah dibuat oleh kreator dan penjual.

Communications Senior Lead Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Antonia Adega, menambahkan bahwa kekuatan penemuan (discovery) di TikTok turut memengaruhi tren belanja di Tokopedia dan TikTok Shop. Pada awal Ramadan 2026, fitur LIVE shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali, mendorong produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel, dan kemeja menjadi terlaris.

Inspirasi Berubah Jadi Transaksi

Tren Ramadan di TikTok menunjukkan peningkatan signifikan setiap tahun. Penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan meningkat hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, 68 persen pengguna menjadikan TikTok sebagai titik awal perjalanan Ramadan mereka, mulai dari mencari inspirasi menu berbuka hingga menentukan pilihan belanja hari raya.

Sinergi ini juga membuka peluang besar bagi brand lokal dan UMKM. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Mukena Wisanggeni. Brand fesyen muslim tersebut memanfaatkan integrasi TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop melalui konten kreatif, kolaborasi affiliate, hingga partisipasi dalam kampanye. Pada Ramadan tahun ini, nilai transaksi Mukena Wisanggeni tumbuh lebih dari dua kali lipat.

Kategori fesyen muslim dan makanan-minuman menjadi sektor dengan lonjakan signifikan. Sejumlah brand lokal mencatat pertumbuhan transaksi rata-rata lebih dari lima kali lipat. Bahkan, brand fesyen muslim asal Bandung, Gwenza, membukukan kenaikan transaksi hingga tujuh kali lipat setelah mengoptimalkan strategi produk, konten, dan alat pemasaran secara terpadu.

Peran affiliate content creator juga dinilai krusial. Salah satunya adalah Jordi Onsu yang menekankan pentingnya relevansi dan konsistensi dalam membuat konten promosi, khususnya melalui LIVE TikTok selama Ramadan.

Konser, Festival UMKM hingga Donasi

Tak hanya di ranah digital, Ramadan Ekstra Seru juga hadir secara offline. TikTok LIVE menggelar konser spesial “Sparkle on Sound” pada 7 Maret 2026 di Jakarta, menghadirkan sejumlah musisi ternama seperti Isyana Sarasvati dan Nadin Amizah.

Selain itu, festival KOLAK Ramadan digelar pada 13–15 Maret 2026 di Gandaria City Jakarta dengan melibatkan lebih dari 20 brand dan UMKM, lengkap dengan talkshow, workshop, serta penampilan hiburan.

Dari sisi sosial, TikTok menghadirkan program “Makan dengan Makna” bekerja sama dengan organisasi Foodbank of Indonesia untuk menyalurkan donasi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Tokopedia memfasilitasi pembayaran zakat fitrah secara online. Tahun lalu, zakat yang terkumpul mencapai lebih dari Rp5,6 miliar dari sekitar 120 ribu wajib zakat.

Beragam promo juga digelar, mulai dari program “Kejar Ketupat” dengan kesempatan belanja dibayari hingga Rp4 miliar per hari, flash sale Rp10.000 tiap jam, hingga diskon besar di berbagai kategori.

Melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026, TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital sekaligus memperkuat ekosistem kreator dan UMKM lokal selama bulan suci, pungkasnya. (sm)