Hadapi Lonjakan Ramadan, J&T Cargo Perkuat 100 Gateway dan 8.000 Armada

Natalia Pangaribuan saat memberikan penjelasan dalam acara Buka Puasa Bersama dan Media Meet Up, di Jakarta, Rabu (4/3/2026). //Foto: Sumarno

JAKARTA - Menghadapi lonjakan pengiriman selama periode Ramadan dan menjelang Idulfitri, J&T Cargo menyiapkan penguatan infrastruktur dan sistem operasional guna menjaga stabilitas arus logistik nasional.

Perusahaan memastikan kesiapan jaringan melalui lebih dari 100 gateway, dukungan lebih dari 8.000 armada, serta 4.000 outlet yang telah menjangkau 98 persen wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut difokuskan untuk mengantisipasi peningkatan volume muatan besar yang lazim terjadi pada periode peak season.

Disampaikan oleh Perwakilan J&T Cargo, Natalia Pangaribuan, bahwa performa operasional perusahaan terus menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2025. Hal ini tercermin dari capaian Service Level Agreement (SLA) di sejumlah platform marketplace, seperti 96,8 persen di Shopee dan 97,8 persen di TikTok.

“Capaian ini menjadi dasar bagi J&T Cargo untuk melakukan peningkatan berkelanjutan, termasuk optimalisasi rute dan pengawasan performa berbasis data demi kepuasan pelanggan,” ujar Natalia dalam acara Buka Puasa Bersama dan Media Meet Up di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Untuk menjaga kelancaran distribusi, perusahaan juga melakukan penyesuaian jadwal line haul, verifikasi kelayakan kendaraan, serta pemeriksaan kesehatan dan tes urin bagi pengemudi. Selain itu, sistem pemantauan kiriman dilakukan secara real-time guna mendeteksi potensi kendala operasional lebih awal dan memastikan respons cepat di lapangan.

Sebagai bagian dari strategi menghadapi Ramadan, J&T Cargo meluncurkan kampanye “MUDIK: Muatan Besar Diantar Ke Tujuan Bareng J&T Cargo” yang berlangsung 19 Februari hingga 31 Maret 2026.

Program ini memberikan apresiasi kepada pelanggan melalui mekanisme pengumpulan poin dari setiap resi pengiriman dengan kesempatan memenangkan berbagai hadiah.

J&T Cargo merupakan perusahaan logistik berbasis teknologi yang melayani pengiriman B2B dan B2C di seluruh Indonesia. Dengan jaringan distribusi luas dan sistem pelacakan real-time, perusahaan menargetkan operasional yang tetap stabil, responsif, dan terkendali selama periode mudik Lebaran tahun ini, pungkasnya. (sm)