Berkah Ramadan, UMKM Binaan BAZNAS RI Raup Omzet Rp16 Juta di Demak

Silvyani (54), pelaku usaha UMKM makanan ringan dan kue kering dalam program BAZNAS Microfinance Desa Ramadhan raup omzet Rp16 juta di Desa Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. (Doc.Baznas)

DEMAK – Momentum Ramadan 1447 H membawa berkah bagi pelaku usaha mikro binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD), seorang pelaku UMKM di Desa Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berhasil mencatatkan omzet hingga Rp16 juta selama Ramadan 2026.

Adalah Silvyani (54), pelaku usaha makanan ringan dan kue kering, yang merasakan langsung manfaat program pemberdayaan ekonomi tersebut. Dengan tambahan modal dari BAZNAS, ia mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi lonjakan permintaan pasar selama bulan puasa hingga menjelang Lebaran.

Beragam produk yang diproduksi Silvyani antara lain mete goreng, egg roll, bawang goreng, serta aneka kue kering seperti nastar. Produk-produk tersebut dipasarkan ke lingkungan sekitar, termasuk memenuhi pesanan dari perkantoran dan relasi pribadi yang membutuhkan sajian khas Ramadan dan Idulfitri.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan UMKM binaan menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat secara profesional mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik.

“Inilah bukti bantuan BAZNAS yang tepat sasaran bertemu dengan mustahik yang mampu mengoptimalkan bantuan tersebut menjadi kombinasi yang baik dan luar biasa dalam menyejahterakan umat,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, semangat dan ketekunan mustahik menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pemberdayaan. BAZNAS, kata dia, hadir sebagai jembatan antara amanah muzaki dan kebutuhan mustahik produktif, sehingga tercipta keberlanjutan ekonomi yang lebih kuat.

Sementara itu, Silvyani mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan permodalan yang diterimanya. Tambahan modal tersebut dimanfaatkan untuk membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar, meningkatkan kualitas kemasan, serta mempercepat proses produksi.

“Alhamdulillah, dari bantuan modal BAZNAS saya bisa menambah kapasitas produksi, terutama mete dan kue kering yang permintaannya meningkat tajam saat Ramadan. Pendapatan usaha saya selama Ramadan ini mencapai Rp16 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp6 juta,” ujarnya.

Ia berharap program BAZNAS Microfinance Desa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang kecil agar semakin banyak UMKM yang naik kelas.

Keberhasilan ini menjadi gambaran nyata bahwa sinergi zakat produktif dan kerja keras pelaku usaha mampu mendorong pertumbuhan ekonomi akar rumput sekaligus berkontribusi pada pengentasan kemiskinan di daerah. (R)