Dorong Generasi Emas 2045

BAZNAS bersama BKKBN Ajak Masyarakat Sedekah Cegah Stunting

BAZNAS RI bersama BKKBN launching sedekah untuk Generasi Bebas Stunting” yang digelar di Mal Atrium Senen, Jakarta, pada Jumat (27/2/2026). //Foto sumarno

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pencegahan stunting melalui layanan Sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Relaunching layanan tersebut dikemas dalam talkshow bertajuk “BAZNAS dan Kemendukbangga/BKKBN: Jaga Tunas Bangsa – Sedekah untuk Generasi Bebas Stunting” yang digelar di Mal Atrium Senen, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, mengatakan kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara pengelolaan dana sosial keagamaan dan lembaga yang memiliki kompetensi teknis dalam penanganan kesehatan keluarga serta kependudukan.

Menurut Arifin, BAZNAS berperan sebagai jembatan antara muzaki dan keluarga kurang mampu yang menjadi kelompok rentan stunting. Ia menilai kemiskinan masih menjadi faktor utama tingginya angka stunting di Indonesia.

“Fokus utama BAZNAS adalah mustahik fakir miskin yang dimensinya sangat luas, termasuk kesehatan keluarga. Kemiskinan berdampak pada kondisi stunting, sehingga zakat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, pengelolaan zakat dan sedekah dilakukan secara terukur melalui kolaborasi dengan mitra yang memiliki rekam jejak dan keahlian di bidangnya. Dalam isu stunting, Kemendukbangga/BKKBN dinilai sebagai mitra strategis agar bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berdampak jangka panjang.

BAZNAS juga menyediakan dompet donasi khusus Sedekah Genting agar masyarakat dapat menyalurkan bantuan secara spesifik untuk program pencegahan stunting.

Terkait penerima manfaat, Arifin menjelaskan proses verifikasi dilakukan menggunakan data terpadu dari Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Sosial guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami mengajak masyarakat seluruh Indonesia untuk bersedekah melalui program Sedekah Genting ini. Mudah-mudahan ini menjadi gerakan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Yuni Hastutiningsih, menyampaikan program Genting menyasar keluarga berisiko stunting, khususnya dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 3. Berdasarkan penelitian, hampir 50 persen prevalensi stunting berasal dari keluarga tidak mampu.

Ia menekankan, gerakan ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kualitas generasi masa depan harus dipersiapkan sejak dini karena anak-anak yang akan memasuki usia produktif pada 2045 saat ini berada dalam fase tumbuh kembang.

“Generasi emas tidak bisa hadir tiba-tiba. Harus dipersiapkan sejak sekarang, sehingga gerakan ini perlu dimasifkan,” ujar Yuni.

Ia juga mengajak dunia usaha dan masyarakat luas untuk terlibat aktif, tidak hanya mengandalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga melalui kepedulian individu sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Program Sedekah Genting menjadi salah satu upaya kolektif untuk menjaga tunas bangsa dan mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, pungkasnya. (sm)