BSN Resmi Gandeng Muhammadiyah, Perluas Ekspansi ke Ekosistem Amal Usaha

BSN melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Tangerang, Banten, pada Selasa (24/2/2026). //Foto:istimewa

TANGERANG - PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi memperluas ekspansi bisnisnya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Tangerang, Banten, Selasa (24/2/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis BSN untuk masuk ke ekosistem ekonomi Muhammadiyah yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, serta berbagai unit usaha persyarikatan di seluruh Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, BSN akan menghadirkan layanan keuangan syariah terintegrasi, mulai dari pengelolaan dana institusi, sistem pembayaran digital, hingga dukungan pembiayaan bagi warga Muhammadiyah.

Penandatanganan MoU ini menandai komitmen kedua pihak dalam memperkuat inklusi dan literasi keuangan syariah nasional, sekaligus mendorong optimalisasi potensi ekonomi berbasis organisasi kemasyarakatan.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan perseroan tidak lagi menunggu pertumbuhan pasar secara organik, melainkan masuk ke ekosistem yang telah mapan dan memiliki basis massa kuat.

“Kami tidak lagi menunggu pasar, melainkan masuk ke ekosistem yang sudah matang. Muhammadiyah memiliki legitimasi dan jejaring ekonomi yang luar biasa. Ini momentum bagi BSN untuk hadir sebagai mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang nyata,” ujar Alex.

Melalui kerja sama ini, BSN akan menyediakan solusi cash management digital bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Layanan tersebut mencakup pengelolaan dana, sistem pembayaran payroll, virtual account, hingga integrasi QRIS untuk ratusan universitas dan rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah.

Tak hanya menyasar institusi, BSN juga meluncurkan kartu debit co-branding Muhammadiyah–BSN guna menjangkau jutaan warga persyarikatan secara langsung. Seluruh layanan terintegrasi dalam aplikasi Bale Syariah by BSN yang menyediakan akses pembiayaan perumahan syariah hingga investasi cicilan emas berbasis digital.

Dari sisi fundamental, BSN mengklaim memiliki posisi keuangan yang semakin solid pascatransformasi tahun lalu. Bank hasil akuisisi Victoria Syariah oleh BTN Syariah tersebut membukukan total aset Rp72,9 triliun per Desember 2025 dengan dukungan 118 outlet nasional.

Manajemen optimistis kerja sama ini akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan memperluas inklusi keuangan syariah yang saat ini tercatat 13,41 persen.

Alex menambahkan, capaian pangsa pasar perbankan syariah Malaysia yang telah menembus lebih dari 40 persen menjadi pendorong bagi BSN untuk mempercepat penetrasi melalui kolaborasi dengan organisasi masyarakat besar di Indonesia.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan komitmen persyarikatan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
“Selain memiliki amal usaha dan ratusan ribu pegawai, Muhammadiyah harus memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi syariah di tanah air, termasuk melalui berbagai bentuk pembiayaan untuk revitalisasi amal usaha,” ujar Hilman.

Ia menambahkan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah membentuk tim untuk pengadaan perumahan subsidi dan nonsubsidi bagi warga persyarikatan, mencakup pegawai, karyawan, dan aktivis Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah konkret sinergi antara sektor perbankan syariah dan organisasi masyarakat dalam memperluas basis ekonomi berbasis nilai-nilai Islam di Indonesia, pungkasnya. (Rel)