Teknologi Laser 3D Jadi Kunci Pemulihan Jalur Kereta UNESCO Sawahlunto
JAKARTA – Ancaman cuaca ekstrem dan banjir bandang kini tidak hanya berdampak pada infrastruktur dan permukiman, tetapi juga mengusik kelestarian warisan budaya dunia. Jalur Kereta Api Batu Bara Teluk Bayur–Sawahlunto di Sumatera Barat, yang berstatus Warisan Dunia UNESCO, menjadi salah satu situs bersejarah yang terdampak akibat banjir bandang sejak akhir 2025.
Lintasan kereta api bersejarah sepanjang sekitar 155 kilometer yang dibangun sejak 1891 itu mengalami penurunan kondisi struktur akibat luapan air dan pergeseran tanah. Jalur ini memiliki nilai historis tinggi karena melintasi medan perbukitan terjal serta Terowongan Lubang Kalam dengan teknologi rel bergerigi, menjadikannya bukti penting rekayasa perkeretaapian era kolonial.
Di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi, pendekatan pelestarian warisan budaya kini bergeser ke pemanfaatan teknologi digital. Dokumentasi presisi dinilai menjadi fondasi penting untuk memetakan kondisi aktual pascabencana, sekaligus mendukung perencanaan revitalisasi dan restorasi jangka panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Datascrip menghadirkan teknologi pemindaian tiga dimensi FARO Focus 3D Laser Scanner untuk mendukung proses pemulihan situs bersejarah. Teknologi ini mampu merekam kondisi bangunan dan infrastruktur secara cepat, detail, dan akurat, menghasilkan representasi digital tiga dimensi sesuai kondisi nyata di lapangan.
FARO Focus 3D mampu menangkap jutaan titik data per detik dengan tingkat akurasi hingga 1–2 milimeter. Perangkat ini tersedia dalam beberapa varian, mulai dari FARO Focus Core dengan jangkauan kurang dari 100 meter, FARO Focus Premium hingga 200 meter, serta FARO Focus Premium Max dengan jangkauan hingga 400 meter, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
Selain itu, perangkat ini dilengkapi fitur foto resolusi tinggi, daya tahan baterai untuk operasional lapangan, serta perlindungan standar IP54 dan laser Class 1 yang aman bagi mata, sehingga andal digunakan dalam berbagai kondisi lingkungan.
Teknologi FARO Focus 3D telah dimanfaatkan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat dalam mendokumentasikan Jalur Kereta Api Batu Bara Teluk Bayur–Sawahlunto. PT Datascrip turut memberikan dukungan teknis dan operasional guna memastikan proses pemindaian berjalan optimal dan sesuai target waktu.
Data digital hasil pemindaian tersebut menjadi basis penting dalam penyusunan rencana revitalisasi dan restorasi, sekaligus berfungsi sebagai arsip permanen untuk menjaga keaslian dan nilai historis situs di masa depan.
“Pelestarian warisan budaya di tengah meningkatnya risiko bencana membutuhkan pendekatan baru berbasis data yang presisi. Dengan FARO Focus 3D, kondisi situs bersejarah dapat dipahami secara nyata sehingga restorasi dapat dirancang lebih terukur,” ujar Marketing Executive PT Datascrip, Arief Santoso Setiawan.
Sebelumnya, teknologi FARO juga telah digunakan dalam digitalisasi berbagai aset budaya nasional, termasuk kawasan Candi Prambanan dan Candi Sewu di Jawa Tengah.
Langkah ini dinilai memperkuat upaya pelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim dan bencana di masa depan. (Tek)










Tulis Komentar