BSI Resmikan Pavilion Bogor, Pusat Layanan Syariah Berkonsep Heritage dan Ramah Lingkungan

Peresmian oleh Walikota Bogor Dedie A.Rachim bersama Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dan Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho di Jl Raya Pajajaran Bogor. (istimewa)

BOGOR – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menghadirkan BSI Pavilion Bogor, gedung layanan perbankan syariah berkonsep heritage dan ramah lingkungan yang berlokasi di Jl Raya Pajajaran, Bogor Tengah, Jawa Barat. Kehadiran gedung ini menjadi langkah strategis BSI dalam memperkuat inklusi dan literasi keuangan syariah di wilayah Bogor dan sekitarnya.

BSI Pavilion Bogor diresmikan pada Senin (19/1/2026) oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, bersama Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna dan Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho.

Gedung ini dirancang sebagai pusat layanan one stop solution yang menghadirkan berbagai layanan perbankan syariah, mulai dari transaksi perbankan, pembiayaan, investasi emas, hingga layanan haji dan umrah. Kehadiran Pavilion Bogor juga merupakan hasil penataan ulang dan relokasi sejumlah kantor cabang BSI di wilayah Kota Bogor yang sebelumnya berdekatan, sehingga terintegrasi dalam satu gedung yang lebih representatif dan nyaman.

BSI Pavilion Bogor berdiri di atas lahan seluas 1.026 meter persegi dengan desain bangunan lima lantai dan satu basement. Fasad bangunan mengusung unsur heritage sebagai bentuk dukungan terhadap citra Kota Bogor yang kaya nilai sejarah dan budaya lokal. Selain itu, gedung ini dilengkapi panel surya (solar panel) untuk mendukung efisiensi energi dan mewujudkan konsep bangunan hijau yang berkelanjutan.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, kehadiran BSI Pavilion Bogor diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi daerah serta menjadi ruang sinergi dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah, khususnya di Jawa Barat.

“Bogor merupakan salah satu wilayah dengan potensi besar untuk pengembangan bisnis perbankan syariah. Literasi dan inklusi keuangan di wilayah ini terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif,” ujar Anton.

Hingga Desember 2025, kinerja BSI di wilayah Bogor mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp8,4 triliun, tumbuh 4,5 persen (year to date/YTD), dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp1,92 triliun atau tumbuh 5,17 persen (YTD). Jumlah nasabah BSI di Bogor dan sekitarnya tercatat sekitar 708 ribu nasabah, didukung jaringan layanan yang mencakup lebih dari 24 kantor cabang, 156 ATM, 12.410 QRIS, dan 338 mesin EDC BSI.

Di tengah akselerasi digital, BSI juga terus memperluas layanan berbasis teknologi melalui superapps BYOND by BSI dan berbagai e-channel. Meski demikian, Anton menegaskan bahwa keberadaan kantor cabang fisik tetap memiliki peran penting sebagai physical brand dan sarana akses layanan bagi masyarakat yang membutuhkan interaksi langsung.

Selain layanan di kantor cabang, BSI juga mengoptimalkan berbagai kanal layanan lainnya, seperti Bank Emas, BSI Call 14040, BSI ATM, 126 ribu BSI Agen, BSI Net Banking, BEWIZE by BSI, serta layanan remitansi di sejumlah negara.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut baik kehadiran BSI Pavilion Bogor sebagai bagian dari penguatan layanan keuangan syariah di daerah.

“Kota Bogor memiliki kekhasan budaya yang tetap terjaga, sekaligus fokus pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kami menyambut baik penguatan layanan Bank Syariah Indonesia di Bogor untuk memperluas akses keuangan syariah yang kompetitif dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan kehadiran BSI Pavilion Bogor, BSI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan perbankan syariah yang inklusif, modern, dan selaras dengan nilai budaya serta keberlanjutan lingkungan, tutupnya. (eko)