Setannya Cuan, Komedi Horor, antara Mencekam dan Tawa Lepas

Singgalangnews.com,Jakarta-Setannya Cuan, sebuah film bergenre horor dan komedi garapan Radepa Black dan Atlas Pixel akan tayang 5 Maret 2026.
Film ini, bernarasikan 
antara rasa takut yang memacu adrenalin  dan tawa lepas.

Industri film horor Indonesia sedang berada di puncaknya, namun di tengah gempuran teror yang mencekam, ada satu warna yang dirindukan: perpaduan antara rasa takut yang memacu adrenalin  
dan tawa terpingkal demi melepaskan beban. 

Jumat (23/1/2026) di CGV FX Sudirman, kawasan Senayan, Jakarta, rumah produksi Radepa Black dan Atlas Pixel secara resmi mengumumkan transformasi judul film terbarunya,  yang sebelumnya  "Djoerig Salawe" menjadi "Setannya Cuan".

Perubahan judul ini bukan sekadar strategi merek, melainkan sebuah manifestasi dari "surat cinta"  
bagi para penonton yang tumbuh besar dengan tradisi horor-komedi khas nusantara. 
Ide cerita film ini lahir dari pengamatan langsung terhadap fenomena nyata di tengah masyarakat kita,  
di mana seringkali kesulitan ekonomi mendorong orang mencari jalan pintas yang tidak masuk akal.  
'Setannya Cuan' memang diadaptasi dari peristiwa nyata tentang obsesi terhadap angka keberuntungan atau klenik demi mengubah nasib secara instan. 

“Kami ingin memotret bahwa di balik keriuhan komedinya, ada potret jujur mengenai bagaimana 'cuan' atau uang bisa mengubah perilaku  
manusia hingga berurusan dengan dunia gaib," jelas dr. Robby Hilman Maulana, Produser Eksekutif 
sekaligus penggagas cerita film ini.
 
Menertawakan Ketakutan, Merayakan Kehidupan 
"Setannya Cuan" membawa kita kembali ke akar cerita rakyat tentang obsesi manusia terhadap keberuntungan instan. 

Mengambil inspirasi dari fenomena klenik nomor keberuntungan (salawe/ dua  
puluh lima). Film ini memotret realita sosial dengan kacamata yang lebih jenaka.

 "Kami ingin mengembalikan sensasi menonton film horor yang 'guyub'. Di mana penonton bisa berteriak kaget, tapi sedetik kemudian tertawa terpingkal-pingkal bersama orang di sebelah mereka," ujar Avesina Soebli dan Aris Muda,  Produser Film Setannya Cuan.

 "Ini adalah surat cinta kami
untuk penonton yang kangen hiburan yang jujur, dekat dengan keseharian, dan tentu saja, sangat Indonesia." Jelasnya.

Mengapa 'Setannya Cuan'?
Judul baru ini dipilih untuk menggambarkan dinamika masyarakat modern yang seringkali terjepit di
antara tradisi mistis dan tuntutan ekonomi. 

Dalam film ini, setan bukan lagi sekadar sosok peneror,
melainkan bagian dari ekosistem ambisi manusia yang ingin cepat kaya. Melalui karakter-karakter yang relatable. 

“Penonton diajak melihat bahwa terkadang, isi dompet yang kosong jauh lebih horor
daripada penampakan di rumah angker,” ujar Sahrul Gibran yang bersama Jay Sukmo menjadi sutradara film ini.

Sinopsis Singkat
Melanjutkan semangat Djoerig Salawe, "Setannya Cuan" mengisahkan persaingan konyol dua jawara
kampung yang terobsesi mencari angka hoki demi mengubah nasib. Demi mengejar cuan (harta),
batas antara dunia gaib dan dunia nyata pun mulai kabur. Dan bekerja sama dengan setan ternyata punya sistem bagi hasil yang lebih rumit daripada sekadar pilihan jadi kaya mendadak.
Segera Hadir di Bioskop
"Setannya Cuan" dijadwalkan tayang pada 5 Maret 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia. 

Film ini diharapkan tidak hanya menjadi pengobat rindu bagi penggemar horor-komedi klasik, tetapi juga
menjadi angin segar di tengah tren horor serius saat ini.

Bahkan perilisan film Setannya Cuan di bulan
Puasa menjadikan film ini sebagai aktivitas dalam wujud lain, yaitu menghibur dan mengajak tertawa
berjamaah di dalam bioskop.
Film Setannya Cuan dibintangi Nadine Alexandra, Joe P Project, Fico Fachriza, Dimas Andrean, Anyun
Cadel, Candil, Ben Kasyafani, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Aming, Budi Dalton. Film
ini juga menjadi wujud kenangan mendalam (in memoriam) bagi pembuatan film dan para pemain
untuk komika almarhum Babe Cabita.
(Dua jawara – Adang (Joe P Project) dan Asep (Anyun Cadel)- bersaing memperebutkan kursi
lurah. 

Kemenangan Adang justru menyisakan duka. Adang bangkrut dan ditinggal istri.
Sementara Asep malah kaya raya. 
Asep bahkan mampu melunasi utang-utang Adang.
Keduanya juga bersaing memperebutan janda muda bernama Mince (Nadine Alexandra).
Rahasia kekayaan Asep diceritakan Ujang (Fico Fachriza). 
Asep selalu menang judi togel karena dibantu dukun Rojan (Candil). Rojan bersedia membantu, dengan syarat Adang harus membunuh Asep dan mencuri batu nisannya. Kematian Asep menjadi awal kegemparan warga. 
Adang terus-terusan menang togel. 
Warga pun berbondong-bondong berburu
pesugihan lewat pocong, tuyul hingga babi ngepet.
Ulah dukun Rojan yang telah merusak mental warga, harus dihentikan.

Genre Film : Komedi Horor
Produser Eksekutif : dr Robby Hilman Maulana, Muhammad Rizqi, Aji Fauzi, Umar Syech
Abubakar.
Produser : Aris Muda, Avesina Soebli.
Sutradara : Sahrul Gibran, Jay Sukmo.
Penulis : Fajar Umbara
Produksi : RADEPA BLACK
Pemain/ Casts : Nadine Alexandra, Joe P Project, Fico Fachriza, Babe Cabita, Dimas Andrean, Anyun Cadel, Candil, Ben Kasyafani, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Aming, Budi Dalton. (Pri)