Optimalkan Penghimpunan Zakat Ramadhan, BAZNAS RI Perkuat Kantor Digital Daerah
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat optimalisasi Kantor Digital di seluruh daerah guna meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya menjelang bulan suci Ramadhan.
Langkah ini dinilai strategis karena Kantor Digital menjadi wajah utama BAZNAS di ruang publik digital sekaligus sarana penting untuk memperluas layanan, edukasi zakat, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema “Desain Konten dan Digital Fundraising Ramadhan Melalui Kantor Digital” yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (13/1/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, mengungkapkan, hingga kini BAZNAS telah membangun 415 Kantor Digital di tingkat pusat dan daerah. Namun, baru sekitar 30 persen yang aktif dimanfaatkan secara optimal.
“Ini menjadi tugas bersama untuk menghidupkan seluruh Kantor Digital yang telah dibangun. Jika tidak dimanfaatkan secara maksimal, tentu sangat disayangkan, padahal potensinya besar dalam mendukung penghimpunan,” ujar Nadratuzzaman.
Menurutnya, rendahnya perolehan dana fundraising di sejumlah daerah salah satunya disebabkan Kantor Digital yang belum dikelola secara aktif. Padahal, keberadaan Kantor Digital mampu meningkatkan visibilitas BAZNAS dan mendorong minat masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi negara.
Ia menekankan pentingnya memperluas sumber penghimpunan di luar zakat aparatur sipil negara (ASN). “Potensi zakat masyarakat sangat besar, tetapi belum sepenuhnya tergarap karena masih minimnya pemahaman publik terhadap peran dan fungsi BAZNAS.
Sementara itu, Kepala Humas BAZNAS RI Yudhiarma MK menyatakan, Kantor Digital berperan penting dalam membentuk persepsi dan kepercayaan publik terhadap BAZNAS.
“Keberhasilan pengumpulan ditentukan oleh keberhasilan komunikasi, kemudahan saluran donasi, kualitas layanan kepada donatur, serta database yang lengkap,” ujarnya.
Menurut Yudhiarma, melalui Kantor Digital masyarakat dapat melihat secara langsung kinerja dan dampak program BAZNAS. Transparansi tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi dan kepercayaan publik.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI Fahrudin menjelaskan, Kantor Digital memiliki keunggulan dibandingkan pola konvensional karena mampu beroperasi selama 24 jam, menjangkau masyarakat secara nasional hingga global, serta seluruh aktivitasnya dapat dipantau berbasis data.
“Kantor Digital memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap perilaku muzaki, menjaga kepercayaan publik, sekaligus memantau kinerja pengumpulan secara harian dan terukur,” kata Fahrudin.
Dengan penguatan Kantor Digital di seluruh daerah, BAZNAS RI optimistis penghimpunan ZIS selama Ramadhan dapat meningkat secara signifikan dan berdampak lebih luas bagi kesejahteraan umat, pungkasnya. (R)










Tulis Komentar