Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
Lahirnya UU Cipta Kerja Langkah Positif Bagi Pertumbuhan Usaha Muda di Indonesia
Selasa, 27-09-2022 - 00:30:52 WIB
TERKAIT:
 
  • Lahirnya UU Cipta Kerja Langkah Positif Bagi Pertumbuhan Usaha Muda di Indonesia
  •  

    Singgalangnews.com,Jakarta-Terbitnya UU Cipta Kerja berdampak positif terhadap pertumbuhan pengusaha muda di daerah. Hal tersebut tak terlepas dari banyaknya kemudahan yang diberikan oleh pemerintah. Salah satunya adanya perizinan usaha secara digital/online single submission (OSS).


    Langkah ini menarik minat pelaku usaha untuk mengurus legalitas usahanya.


    Ketua Tim Kajian Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bhirawa Ananditya Wicaksana mengatakan, dengan adanya UU Cipta Kerja dan OSS serta kemudahaan lainnya, membuat pertumbuhan anggotanya yang berusaha bertambah dahsyat di daerah-daerah.


    Contoh, di Jakarta Raya tahun lalu anggota 300 orang dan tahun ini tumbuh menjadi 400 orang. Artinya, setiap daerah itu pertumbuhan pengusaha muda di atas 100 setiap tahun.


    “Ini menandakan, kami pengusaha muda itu sudah menangkap peluang-peluang yang diberikan oleh pemerintah melalui implementasi di UU Cipta kerja,” ucapnya dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Senin (26/9).


    Ia menerangkan, HIPMI selalu mendukung pengusaha muda. Baik legalitas usaha atau pun dukungan lainnya. Disisi lain, HIPMI juga mendukung pemerintah dengan mengawal hal-hal yang diperlukan, terkait implementasinya.


    “Intinya dengan lahirnya UU Cipta Kerja menjadi langkah yang sangat baik untuk pertumbuhan usaha muda di Indonesia,” terangnya.


    Dilanjutkannya, HIPMI sebagai organisasi melakukan kaderisasi dalam mencetak pengusaha-pengusaha muda baru. Setelah itu membantu mereka supaya mapan melalui program kemitraan dan membantu menemukan partner-partner bisnisnya di luar daerah.


    BPP HIPMI mengklasifikasikan pengusaha di organisasinya menjadi tiga kelompok. Pertama pengusaha muda baru yang mulai berusaha atau startup phase. Lalu ada juga pengusaha kedua yang masuk ke HIPMI untuk meningkatkan pendapatan serta mengembangkan koneksi atau growth phase, dan ketiga maturity phase.


    Kata dia, masing-masing pengusaha di HIPMI sudah di-profiling untuk nantinya mendapatkan treatment serta program yang tepat. Sebagai contoh bagi pengusaha startup phase ada beberapa program yang BPP HIPMI lakukan sejalan dengan pogram yang telah diluncurkan pemerintah, mulai dari pembagian NIB. 


    "Kita juga ikut mengawal melalui Kementerian Investasi atau BPKM. Bahkan, aktif menjalankan HIPMI Perguruan Tinggi. Jadi kami mengajak teman teman yang dari PT ini agar memulai memiliki legalitas usaha,” lanjut Wicaksana.


    Selain itu, mengenai kemitraan, banyak teman-teman pengusaha yang sudah di level growth phase, artinya dia sudah mulai mencari mitra usahanya.


    Dulu, lanjutnya, kalau mencari mitra usaha, HIPMI terlalu bergantung kepada para senior-seniornya. Tetapi sekarang sudah bisa mencari sendiri yang ada di pemerintahan atau BUMN melalui program kemitraan sehingga bisa mencari dari PMA.


    “Apalagi ada program dari Kementerian Investasi yang mengawinkan bisnis kita dengan pengusaha-pengusaha besar. Sehingga banyak teman teman HIPMI yang memanfaatkan ini. Selain itu, ada juga BUMN yang menggandeng teman teman HIPMI untuk memenuhi kebutuhan mereka” ujarnya.


    Dampak lainnya juga dengan adanya program hilirisasi. Dari Sulawesi misalnya, terlihat sekali setelah adanya larangan ekspor nikel, kemudian dibarengi dengan UU Cipta Kerja. Sehingga teman-teman di sana sekarang sudah merasakan dampak dari kebijakan ini.


    Tentang perlindungan


    Ia mengatakan, perlindungan bagi pengusaha tentu banyak aspeknya. Agar bisa sustain, tentu yang dibutuhkan adalah revenue. Setelah ada nomor induk berusaha (NIB), HIPMI menemukan adanya approach lanjutan dari Kementerian Investasi di daerah.


    “Kami juga mengapresiasi dinas penanaman modal di daerah yang mengaproach kami, jadi dari sisi perlindungan pemerintah sebenarnya sudah baik. Jadi bukan setelah NIB terbit dilepaskan saja dan ternyata apa yang kami alami setelah NIB terbit, usaha sudah jalan karena ada approach juga dari dinas daerah,” ungkapnya.


    Ia juga mengatakan dengan adanya OSS membuat teman-teman pengusaha tertib administrasi. Sehingga pengajuan modal usaha pun jauh lebih mudah.


    ”Kalau dulu kan ke Bank kita tidak tertib administrasi sehingga susah dapat modal. Dengan adanya perizinan digital ini menjadi tertib administrasi,” terangnya.


    Terkait sektor yang pertumbuhannya tertinggi, Wicaksana mengakui sejauh ini sektor digital paling tinggi pertumbuhannya dan banyak kader HIPMI yang berkecimpung di sana. Kalau yang pertumbuhannya rendah, HIPMI sebenarnya tidak pernah melihat secara khusus terkait itu. 


    “Tetapi kami melihat perizinan usaha di bidang yang berisiko tinggi memang cukup rendah,” tutupnya. (dpri)


     




     
    Berita Lainnya :
  • Wapres RI Melalui BAZNAS Salurkan 600 Paket Sembako ke Rumah Ibadah Papua
  • AASI Luncurkan “Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah di Indonesia”
  • Bank Muamalat dan BMM Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa Cianjur
  • Niantic Inc, Resmi Luncurkan Pokemon GO Bahasa Indonesia
  • Visa dan UOB Umumkan Pemenang Reward Nasabah Menyaksikan FIFA World Cup 2022 di Qatar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Wapres RI Melalui BAZNAS Salurkan 600 Paket Sembako ke Rumah Ibadah Papua
    02 AASI Luncurkan “Cetak Biru Asuransi Jiwa Syariah di Indonesia”
    03 Bank Muamalat dan BMM Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa Cianjur
    04 Niantic Inc, Resmi Luncurkan Pokemon GO Bahasa Indonesia
    05 Visa dan UOB Umumkan Pemenang Reward Nasabah Menyaksikan FIFA World Cup 2022 di Qatar
    06 Ajak Gaya Hidup Berbagi, BAZNAS Dorong Mahasiswa Jadi Duta Zakat
    07 ITC dan Unilever Dorong Procurement yang Responsif Gender pada Sektor Swasta Indonesia
    08 DPR Dukung Penguatan Kelembagaan BAZNAS Secara Nasional
    09 Isuzu Indonesia Raih Gelar Triple Star Aftersales Award Dunia
    10 Mustahik Binaan BAZNAS Berhasil Panen Raya Pepaya California
    11 Edelweiss Care Kirim Tim Medis dan Trauma Healing
    12 Yayasan WINGS Peduli Distribusikan Kebutuhan Korban Gempa Bumi Cianjur
    13 Novita Emilda Salurkan Bantuan Logistik ke Pedalaman Gempa Cianjur
    14 Untuk Rekonstruksi Ponpes dan Rumah Ibadah Gempa Cianjur, BAZNAS Targetkan Pegumpulan Rp50 Miliar
    15 Xiaomi Unggulan 4 Fitur pada Tablet Redmi Pad
    16 Weswey Ngetop Dari Cover Lagu Lounching Lagu Tolong Bilang
    17 Ajinomoto Gandeng BAZNAS Serahkan Bantuan Pengungsi Korban Gempa Cianjur
    18 Dukung Pemulihan Trauma Gempa Cianjur, BAZNAS Hadirkan Layanan Psikososial Anak
    19 Hasil Penelitian, Penyebab Terbanyak Gagal Ginjal Akut adalah Intoksikasi Obat
    20 Optimalkan Investasi Masa Depan, UOB Indonesia luncurkan UOB Wealth Fair 2022
    21 Bantu Warga Terdampak Gempa Cianjur, BAZNAS Dirikan Pos Layanan Kesehatan
    22 Korban Gempa Cianjur, BAZNAS Dirikan Dapur Umum
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS