Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
Ini Penjelasan MUI Tentang Hewan Kurban Terkena Wabah PMK , Amankah?
Kamis, 30-06-2022 - 06:47:03 WIB
Wabah PMK bukan musibah yang dikehendaki oleh manusia,
TERKAIT:
 
  • Ini Penjelasan MUI Tentang Hewan Kurban Terkena Wabah PMK , Amankah?
  •  

    Singgalangnews.com,Jakarta- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan meminta masyarakat tetap optimis dan tak perlu khawatir dengan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).


    Ia memastikan, masyarakat tetap bisa melakukan kurban dengan aman.
    "Pertama kita harus optimis, kurban Iduladha tahun ini aman, nyaman. Sehingga
    tidak perlu terlalu khawatir," ujar Tambunan dalam diskusi online yang digelar
    Forum Merdeka 9 (FMB9) bertema “Amankah Berkurban Saat Wabah
    Mengganas?” pada Rabu, (29/6/22).


    Tambunan mengatakan, masyarakat perlu menyikapi wabah PMK ini secara
    proporsional dan profesional. Sebab, pemerintah melalui kementerian dan
    lembaga terkait telah mengantisipasi sejumlah kendala yang dapat menghambat jalannya hari raya kurban menjelang perayaan Idul Adha 1443 H.
    Karena itu, kata Tambunan, berkurban harus tetap dilakukan. Apalagi, dalam
    Islam, itu sesuatu yang sangat dianjurkan.


    "Karena para ahli kita, itu sudah ada upaya-upaya untuk melakukan antisipasi.
    Karena itu, dalam perspektif MUI, berkurban ini memang sesuatu yang sangat
    dianjurkan," katanya.


    Yang kedua, lanjut Tambunan, masyarakat harus melihat bahwa hewan yang
    dikurbankan harus sesuai kriteria yang disyariatkan yaitu sehat, kuat dan
    terbaik.


    Menurutnya, yang terbaik adalah yang sehat dan kuat secara fisik. Berangkat dari dua hal tersebut jelasnya, ada empat kategori bagi hewan kurban sesuai Fatwa MUI No.32 Tahun 2022 yang ditandatangani tangal 31 Mei 2022 lalu.


    Empat kategori ini selanjutnya diharapkan dapat menjadi panduan
    menyembelih hewan kurban di tengah penyebaran infeksi PMK.
    "Pertama, hewan kurban harus kuat dan sehat. Kalau ada gejala klinis ringan
    misalnya mulutnya mengeluarkan air liur, tapi masih kelihatan gagah, bisa," jelas
    Tambunan.
    Kedua, hewan ternak yang masih dalam gejala awal PMK, seperti flu berat dan
    nafsu makannya turun masih bisa dikurbankan. Asalkan, tambahnya, harus
    disembelih dan dimasak sesuai standar kesehatan.
    "Kalau ada hewan kurban yang sudah mulai kelihatan flu berat. Misalnya sudah
    letih lesu, tidak punya nafsu makan, terus air liurnya keluar, tapi masih bisa
    makan, bisa dikurbankan. Cepat-cepat disembelih dan dimasak dengan cara
    sesuai standar kesehatan. Oleh karena itu, saya katakan jangan khawatir," kata
    Tambunan.
    "Tapi kalo sudah lemah, kelihatan kurus, maka itu tidak sah untuk dikurbankan,"
    tegasnya.
    Sementara jikalau ada ternak yang sakit, namun segera disuntik vaksin
    kemudian sembuh, itu sah dikurbankan dengan rentang waktu
    penyembelihannya 10-13 Dzulhijah. Sebab kata Tambunan, itu artinya di hari
    tasyrik.
    Keempat, kalau dia sakit kemudian sembuh. Tapi sembuhnya sudah di luar
    tanggal 13 atau di luar hari tasyrik, maka tidak sah sebagai kurban. Dia hanya
    sebagai sedekah biasa.
    "Nah karena itu, saya ingin mengajurkan, kalo ada sapi atau hewan kurban yang
    sulit disembuhkan, ya cepat-cepat disembelih dan dimasak dengan cara sesuai
    standar kesehatan. Oleh karena itu, saya katakan jangan khawatir," tegasnya.
    Lebih lanjut, Tambunan menyampaikan, wabah PMK merupakan tanggung jawab semua pihak. Baik pemerintah, peternak bahkan media.
    Karena itu, Tambunan menyampaikan apresiasi karena telah diundang sebagai
    narasumber. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari upaya literasi dalam rangka
    memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait ciri-ciri hewan kurban
    yang sehat dan kuat sesuai yang disyariatkan.
    "Semoga dengan edukasi ini sosialisasi melalui media, masyarakat akan
    terbantu," katanya.
    Tambunan menambahkan, wabah PMK merupakan sebuah ujian yang harus
    dihadapi oleh manusia. Sebagian manusia pejuang, katanya, kita harus
    menghadapinya.
    "Sekali lagi wabah PMK ini bukan musibah yang dikehendaki oleh manusia, tapi
    sebuah ujian, yang kalau kita mampu menghadapi ujian ini, semakin kuat doa
    dan ikhtiar kita," tutupnya. (dpri)




     
    Berita Lainnya :
  • Deddy Mizwar : Setiap Air yang Diteguk Adalah Keputusan Politik Karenanya Politik Harus Ada di Fikir
  • Penjelasan IKM Mampu Menyerap Sebanyak 18,64 Juta Tenaga Jerja
  • Islamic Book Fair 2022, BSI Kenalkan Program 100% Kebaikan Tabungan Wadiah
  • Dukung Gaya Hidup Sehat ADVAN Kenalkan Smartwatch StartGo Army
  • BPKH bersama BAZNAS Gelar Khitanan Massal 400 Anak Kurang Mampu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Deddy Mizwar : Setiap Air yang Diteguk Adalah Keputusan Politik Karenanya Politik Harus Ada di Fikir
    02 Penjelasan IKM Mampu Menyerap Sebanyak 18,64 Juta Tenaga Jerja
    03 Islamic Book Fair 2022, BSI Kenalkan Program 100% Kebaikan Tabungan Wadiah
    04 Dukung Gaya Hidup Sehat ADVAN Kenalkan Smartwatch StartGo Army
    05 BPKH bersama BAZNAS Gelar Khitanan Massal 400 Anak Kurang Mampu
    06 Tingkatkan Potensi Zakat Dalam Kesejahteraan Umat, BAZNAS dan DMI Bersinergi
    07 OPPO Indonesia Ungkap Desain dan Keunggulan Kamera OPPO Reno8
    08 BCA Syariah Bukukan Laba Bersih Tembus Rp45,4 Miliar
    09 BAZNAS Salurkan Bantuan Modal Usaha Kelompok Difabel di Gianyar
    10 Penuhi Gaya Hidup Berkelanjutan, Acer Gelar Acer Day 2022
    11 Wings Care Luncurkan SoKlin Liquid Nature Series Provence Lavender, Deterjen Pertama di Indonesia
    12 BAZNAS Salurkan Paket Kurma ke Panti Sosial dan Panti Rehabilitasi Disabilitas Mental di Bekasi
    13 Baby Happy Diapers Salurkan 600 Popok untuk Keluarga Indonesia
    14 Jaga Daya Tahan Tubuh, Buavita Luncurkan Kampanye #AyoMinumBuah
    15 Jaga Kepercayaan Masyarakat, BAZNAS Terapkan Prinsip 3A Pengelolaan Zakat
    16 Ajak Hidup Sehat Eskayvie Dorong Usahawan Indonesia Kembangkan Bisnis Eskayvie Nexus
    17 BPKH Bersama BAZNAS Salurkan Bantuan Tiga Ambulans di Jawa Tengah
    18 PT Mustika Ratu Tbk Ekspansi Pasar ke Rusia
    19 BAZNAS Terjunkan Tim Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang Parigi Moutong Sulteng
    20 Tingkatkan Kualitas Pesantren, BAZNAS Luncurkan Program Beasiswa Cendekia Ma'had Aly 2022
    21 Pesan Terakhir Kusumo Sebelum Meninggal Pada Tedy Prangi
    22 Ekonomi Sirkular Bukan Hanya Soal Daur Ulang Sampah
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS