Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
Juli Mendatang, Penyesuaian Tarif Listrik Sasar Golongan Mampu
Sabtu, 18-06-2022 - 04:46:33 WIB
TERKAIT:
 
  • Juli Mendatang, Penyesuaian Tarif Listrik Sasar Golongan Mampu
  •  

    Singgalangnews.com,Jakarta- Pemerintah akan menyesuaikan tarif listrik pada triwulan III 2022, untuk golongan rumah tangga mampu mulai dari 3.500 VA ke atas. Penyesuaian tarif ini juga berlaku untuk semua pelanggan Pemerintah (P1, P2, dan P3).
    Hal ini disampaikan Rida Mulyana selaku Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian
    Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) dalam diskusi daring Forum
    Merdeka Barat 9 bertema “Kebijakan Tarif Listrik Berkeadilan” pada Jum'at
    (17/6/22).
    Rida menuturkan, penetapan golongan R2 dan R3 dari golongan rumah tangga
    dikenakan tarif adjustment. Sebab, pihaknya menilai, golongan ini dinilai sebagai
    golongan mampu.
    "Jadi kita fokus untuk 5 golongan yaitu 2 golongan rumah tangga (R2 dan R3) di
    atas 3.000 VA dan tiga golongan dari pemerintah seperti bisnis besar, industri
    besar pemerintah dan langganan khsusus. Dari sisi kemampuan daya belinya,
    kami yakini golongan R2 dan R3 itu masuk golongan mampu," ungkapnya.
    Untuk golongan di bawah itu, tarif listrik tidak dinaikkan. Akibatnya, pemerintah
    harus menanggung subsidi dan kompensasi listrik yang lebih besar pada 2022.
    Tarif baru tersebut akan berlaku mulai Juli 2022.
    Penyesuaian tarif listrik atau lebih dikenal sebagai tarif adjustment merupakan
    mekanisme yang sudah diatur dalam Permen ESDM No.28 Tahun 2016 jo
    Permen ESDM No.3 Tahun 2020. Permen ini mengatur tentang penyesuaian tarif
    listrik secara otomatis.


    "Artinya apa untuk golongan pelanggan non subsidi (ada 13 golongan)
    dimungkinkan sesuai aturan tadi untuk diterapkannya automatic adjustment.
    Automatic di sini artinya PLN sendiri bisa langsung melaksanakannya," terang
    Rida.



    Faktor Penyesuaian Tarif Listrik


    Rida menjelaskan, penerapan tarif adjustment dilakukan sesuai mekanisme
    yakni setiap 3 bulan apabila terjadi perubahaan. Baik peningkatan maupun
    penurunan faktor yang bersifat uncontrollable seperti kurs, inflasi, ICP dan harga
    batubara.
    Mekanisme penerapan tarif adjustment, disampaikan Rida, ditetapkan oleh
    Direksi PLN setelah mendapatkan persetujuan menteri. Kemudian, PLN wajib
    mengumumkan pelaksanaan tarif adjustment kepada konsumen sebelum
    pelaksanaan tarif adjustment tersebut.
    Rida menambahkan, penyesuaian tarif listrik ini terjadi karena 4 faktor. Antara
    lain, disebutkannya, mengacu pada melemahnya mata uang rupiah terhadap
    dollar AS, melonjaknya harga minyak dunia yang menembus di atas 100 dollar
    Amerika per barel dan inflasi serta harga patokan batubara yang terus naik.
    "Selain 4 faktor tadi, terutama untuk IPC (Indonesian Crude Price) yang banyak
    berpengaruh pada Biaya Pokok Penyediaan (BPP) yang menjadi dasar
    perhitungan tarif adjustment yang berlaku di PLN dan masih banyak lagi faktor
    lainnya seperti pemulihan Covid-19 dan lain-lain," ungkapnya.
    Sasar 2,5 Juta Pelanggan
    Sementara itu, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril
    mengatakan jangkauan layanan PLN mencakup seluruh wilayah Indonesia dari
    Sabang sampai Merauke. Jumlah pelanggan aktif saat ini mencapai 82,2 juta.
    Adapun pelanggan kategori rumah tangga golongan R2 yakni 3.500 VA sampai
    5.500 VA, jumlah hanya mencapai 1,7 juta. Sementara pelanggan golongan R3
    di atas 6.600 VA ke atas hanya sekitar 300 ribu pelanggan.
    "Jadi kalau di total, hanya ada 2,5 juta yang terkena kenaikan tarif adjustment
    pada golongan rumah tangga. Bandingkan dari pelanggan rumah tangga yang lebih dari 75 juta. Itu sedikit sekali yang berpengaruh," kata Bob dalam dalam
    diskusi daring Forum Merdeka Barat 9 bertema “Kebijakan Tarif Listrik
    Berkeadilan” pada Jum'at (17/6/22).
    Dari total tersebut, kata Bob, mayoritas merupakan pelanggan kategori rumah
    tangga dengan beragam golongan. Mulai dari R1 hingga R3. Adapun R1 dibagi
    menjadi pelanggan subsidi dan non-subsidi.
    Lebih lanjut, Bob menjelaskan, PLN menjalankan usahanya dengan menerapkan
    revenue model berdasarkan undang-undang. Sehingga, terkait penetapan
    kenaikan tarif listrik ini, pihaknya hanya menjalankan perintah undang-undang.
    "Kalau kita lihat kondisinya, jadi kebetulan revenue modelnya PLN ini adalah
    suatu yang berdasarkan undang-undang, maka penetapan tarifnya itu disetup
    oleh pemeritah. Kita hanya menjalankan untuk itu," bebernya.
    Selain itu, undang-undang tentang BUMN serta UU Ciptaker, terang Bob,
    menjamin pihaknya agar tidak mengalami kerugian dalam menjalankan
    penugasan usahanya.
    "Maka kalau untuk masyarakat yang tidak mampu itu, kita memberikan subsidi
    dan pemerintah memberikan kompensasi sebagai gantinya kepada PLN,"
    tutupnya. (dpri)




     
    Berita Lainnya :
  • Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
  • Ini Penjelasan MUI Tentang Hewan Kurban Terkena Wabah PMK , Amankah?
  • Yayasan Wings Peduli Bersama Pemkot Surabaya Pasang Trash Boom di 5 Titik
  • realme GT NEO 3 Usung Triple Chip Paling Ngebut Untuk Gaming
  • Dirut Bank Nagari Dukung Program HIPMI Sumatera Barat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
    02 Ini Penjelasan MUI Tentang Hewan Kurban Terkena Wabah PMK , Amankah?
    03 Yayasan Wings Peduli Bersama Pemkot Surabaya Pasang Trash Boom di 5 Titik
    04 realme GT NEO 3 Usung Triple Chip Paling Ngebut Untuk Gaming
    05 Dirut Bank Nagari Dukung Program HIPMI Sumatera Barat
    06 Pemkot Pariaman akan Upayakan Pembangunan Perpustakaan Daerah yang Representatif
    07 LPPOM MUI: Kewajiban Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Bisnis
    08 Bertemu Duta Besar Amerika Serikat, Mendag Zulhas: Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan
    09 Indopos Gelar FGD, Jakarta Punya Hajat Ekonomi Semakin Stabil
    10 BSI Pimpin Pembiayaan Sindikasi Syariah Rp1,34 T Proyek Tol Semarang-Demak
    11 Potensi Ekonomi Kurban Online BAZNAS Menjangkau Ujung Negeri
    12 Pembeli Pertalite dan Solar Tak Lagi Bisa Bebas
    13 Pengamat Politik Lokal: DOB Papua Demi Kepentingan Integrasi Nasional
    14 Lembaga Masyarakat Adat Papua Dukung DOB Provinsi Papua
    15 Huawei Indonesia Luncurkan HUAWEI Band 7 Layaknya Smartwatch
    16 Tim BAZNAS Bantu Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Leuwiliang Bogor
    17 Jagokan Wisata Edukasi Subak Desa Kertalangu, Denpasar Raih Penghargaan Promosi Desa Wisata Nusanta
    18 Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point
    19 Wehelpyou Buy & Sell Ajak UMKM Bangkit Bersama Go Digital
    20 Sukseskan Layanan Kurban Online BAZNAS dan CIMB Niaga Syariah Berkolaborasi
    21 Kongres XXI IAI Untuk Praktek Profesi Berkualitas dan Kesehatan Masyarakat Paripurna
    22 Webinar, Unilever Indonesia Dorong Tenaga Kerja Masa Depan
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS