Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
Tren Kenaikan Covid-19 Karena Omicron Mengintai
Kamis, 16-06-2022 - 22:21:00 WIB
TERKAIT:
 
  • Tren Kenaikan Covid-19 Karena Omicron Mengintai
  •  

    Singgalangnews.com,Jakarta- Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan munculnya sub varian Omicron baru BA.4 dan BA.5 menjadi
    penyebab kasus COVID-19 kembali meningkat.

    "Naik turunnya kasus, termasuk nanti hospitalisasi, atau mungkin juga angka
    kematian merupakan dinamika dari masih dalam masa pandemi," kata Syahril
    dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 bertema "Awas,
    Omicron Kembali Mengintai Indonesia" pada Kamis, (16/6/22).

    Indonesia kembali mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 pada pekan ini
    Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan, ada penambahan 1.242
    kasus baru pada Rabu (15/6/2022) kemarin.

    Syahril berpesan kepada masyarakat agar tidak terlalu panik dalam menyikapi
    kondisi lonjakan kasus covid-19. Pun, ketika kasus mengalami penurunan agar
    tidak terlalu bereuforia.

    Syahril menjelaskan, pemicu terjadinya lonjakan kasus adalah kemunculan
    varian baru covid-19. Seperti halnya ketika dunia menghadapi varian omicron
    dan delta beberapa bulan lalu.

    "Sekarang pun, kenaikan kasus yang terjadi dipengaruhi oleh munculnya varian
    baru Omicron BA.4 dan BA.5," terang Syahril.

    Namun, Syaril optimis, pemerintah mampu menekan laju lonjakan kasus
    sehingga tidak terjadi seperti ketika Indonesia menghadapi varian omicron dan
    delta beberapa bulan lalu.

    Lebih lanjut, Syahril menjelaskan, positivity rate adalah indikator penilaian
    dalam pengendalian kasus covid-19. Berdasarkan standar yang ditetapkan WHO, Indonesia dinilai masih aman karena masih berada di bawah angka 5 persen.

    "Standar WHO adalah di bawah 5 persen. Kita sampai dengan saat ini masih 2,15
    persen untuk positivity rate. Walaupun saat ini ada kenaikan kasus, angka
    hospitality nya masih rendah," terang Syahril.

    Sementara angka kematian juga masih rendah. Hal ini menunjukan bahwa
    kenaikan kasus yang mungkin banyak disebabkan oleh varian baru Omicron BA.4
    dan BA.5 tidak separah varian omicron, apalagi delta.

    "Pengendalian kita adalah bagaimana individu tidak terinfeksi. Dan kalaupun
    tertular, dapat melakukan isolasi mandiri. Sehingga mengurangi angka
    hospitalisasi, kecuali bagi yang komorbid untuk mengendalikan komorbidnya
    itu," tegasnya.

    Sistem Sudah Terbentuk

    Terkait fasilitas kesehatan, Syahril mengaku, saat ini pemerintah Indonesia
    sudah cukup siap dalam menghadapi lonjakan kasus covid-19 varian baru
    omicron BA.4 dan BA.5 ini.

    Kementerian kesehatan (Kemenkes), disampaikan Syahril, sudah menyiapkan
    surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan, serta rumah sakit untuk
    mewaspadai adanya lonjakan kasus omicron. Hal ini untuk menyiapkan seluruh
    sumberdaya dalam memberikan layanan.

    "Nah, dari hulu ke hilir sebetulnya sistem kita sudah terbentuk. Jadi kita
    melakukan long tracing maupun tracing. Kemudian pihak rumah sakit dengan
    pengalaman 2 tahun ini, kita memiliki kesiapan yang lebih baik, mulai dari SDM,
    sarana prasarana, alat medis, APBD maupun sistemnya," ungkapnya.

    PTM Belum Disetop

    Lebih jauh, Syahril menyampaikan per Selasa (14/6) ada tiga kasus dari 20 pasien
    Omicron BA.4 dan BA.5 adalah anak berusia lima hingga 12 tahun.

    Meski anak tersebut belum menerima vaksin COVID-19, gejala yang timbul
    relatif ringan. Syahril menekankan belum ada kebijakan baru terkait pelaksanaan
    Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karenanya, anak-anak masih diperkenankan
    mengikuti PTM dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

    "Kalau kebijakan baru belum ada, tetap sama pada intinya PTM diperbolehkan,
    kita melaksanakan dengan protokol ketat," terang dia dalam agenda daring
    Kamis (16/6/2022).

    Namun, ia mewanti-wanti agar pemakaian masker diperketat demi menghindari
    risiko paparan virus. Meski aturan masker diperlonggar di luar ruangan, dalam
    kondisi tertentu tetap wajib dipakai. Misalnya, saat berada di tengah
    kerumunan.

    "Anak-anak harus dilatih ditugasi bagaimana protokol kesehatan tetap
    dilakukan, memakai masker dalam kelas, begitu juga di luar kelas kerumunan
    banyak orang tetap pakai masker," pesan dia.

    Selain COVID-19, Syahril mengimbau anak juga mewaspadai infeksi penyakit
    menular lainnya seperti hepatitis misterius yang hingga kini belum diketahui
    penyebabnya. Anak sebaiknya dibekali edukasi cara pencegahan sederet
    penyakit infeksi penyakit menular. (siaran pers.dpri)




     
    Berita Lainnya :
  • Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
  • Ini Penjelasan MUI Tentang Hewan Kurban Terkena Wabah PMK , Amankah?
  • Yayasan Wings Peduli Bersama Pemkot Surabaya Pasang Trash Boom di 5 Titik
  • realme GT NEO 3 Usung Triple Chip Paling Ngebut Untuk Gaming
  • Dirut Bank Nagari Dukung Program HIPMI Sumatera Barat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa
    02 Ini Penjelasan MUI Tentang Hewan Kurban Terkena Wabah PMK , Amankah?
    03 Yayasan Wings Peduli Bersama Pemkot Surabaya Pasang Trash Boom di 5 Titik
    04 realme GT NEO 3 Usung Triple Chip Paling Ngebut Untuk Gaming
    05 Dirut Bank Nagari Dukung Program HIPMI Sumatera Barat
    06 Pemkot Pariaman akan Upayakan Pembangunan Perpustakaan Daerah yang Representatif
    07 LPPOM MUI: Kewajiban Sertifikasi Halal Tingkatkan Daya Saing Bisnis
    08 Bertemu Duta Besar Amerika Serikat, Mendag Zulhas: Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan
    09 Indopos Gelar FGD, Jakarta Punya Hajat Ekonomi Semakin Stabil
    10 BSI Pimpin Pembiayaan Sindikasi Syariah Rp1,34 T Proyek Tol Semarang-Demak
    11 Potensi Ekonomi Kurban Online BAZNAS Menjangkau Ujung Negeri
    12 Pembeli Pertalite dan Solar Tak Lagi Bisa Bebas
    13 Pengamat Politik Lokal: DOB Papua Demi Kepentingan Integrasi Nasional
    14 Lembaga Masyarakat Adat Papua Dukung DOB Provinsi Papua
    15 Huawei Indonesia Luncurkan HUAWEI Band 7 Layaknya Smartwatch
    16 Tim BAZNAS Bantu Korban Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Leuwiliang Bogor
    17 Jagokan Wisata Edukasi Subak Desa Kertalangu, Denpasar Raih Penghargaan Promosi Desa Wisata Nusanta
    18 Pastikan Stok Migor Curah Aman, Mendag Zulhas Sidak Stock Point
    19 Wehelpyou Buy & Sell Ajak UMKM Bangkit Bersama Go Digital
    20 Sukseskan Layanan Kurban Online BAZNAS dan CIMB Niaga Syariah Berkolaborasi
    21 Kongres XXI IAI Untuk Praktek Profesi Berkualitas dan Kesehatan Masyarakat Paripurna
    22 Webinar, Unilever Indonesia Dorong Tenaga Kerja Masa Depan
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS