Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
Bukti Baru di Peradilan Kasus Meng Huawei
Jumat, 02-07-2021 - 18:02:18 WIB
Meng Wanzhou. (*)
TERKAIT:
 
  • Bukti Baru di Peradilan Kasus Meng Huawei
  •  

    SinggalangNews.com, Vancouver - Tim pengacara yang mewakili eksekutif Huawei, Meng Wanzhou, membuat sebuah permohonan yang "tidak biasa" untuk mengajukan bukti baru dalam kasus ekstradisinya pada hari Selasa. Mereka berargumen bahwa dokumen tersebut membuktikan Amerika Serikat telah memberikan persepsi bersalah terhadap pengadilan Kanada dalam ringkasan kasusnya.


    Menurut penjelasan Mark Sandler kepada seorang hakim Mahkamah Agung Vancouver, dokumen-dokumen yang diperoleh dari HSBC, termasuk percakapan lewat email internal dan lembar lajur (spreadsheet), melemahkan tuduhan terhadap Meng. HSBC disebut sebagai pihak yang dirugikan Meng.


    Sebaliknya, dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa pihak bank mengetahui bahwa Huawei mengendalikan Skycom dan bisnisnya di Iran, ujar Sandler.


    "Jarang ada orang yang ingin mengajukan catatan terduga korbannya sendiri ke pengadilan guna menurunkan kredibilitas dari kasus yang dibangun oleh jaksa penuntut," katanya kepada hakim Mahkamah Agung Heather Holmes.


    Dalam sidang kasus penipuan, tidaklah lazim bagi pihak yang sedang dalam proses ekstradisi untuk dapat mempertanyakan negara peminta ekstradisi. Dalam hal ini, yang dipertanyakan adalah apakah negara peminta telah menghadirkan bukti yang masuk akal untuk membenarkan ekstradisi. Namun, Sandler mengatakan bahwa kasus Meng dapat dikategorikan sebagai kasus luar biasa.


    “Agar benar-benar jujur dan transparan, kami tidak menolak untuk menggolongkan ini sebagai kasus luar biasa yang menuntut penyelesaian luar biasa juga.”


    Sidang pembuktian yang bergulir selama dua hari tersebut diselenggarakan lebih dari sebulan sebelum tahapan sidang terakhir kasus ekstradisi Meng dimulai pada 3 Agustus mendatang.


    Meng yang merupakan Chief Financial Officer Huawei dituduh berbohong kepada HSBC tentang kendali Huawei atas Skycom, sehingga pihak bank berisiko melanggar sanksi AS terhadap Iran.


    Penangkapannya di bandara Vancouver pada 2018 atas permintaan Amerika Serikat berujung pada retaknya hubungan bilateral antara Kanada dengan Tiongkok. Tuduhan tersebut disangkal oleh Meng serta Huawei.


    Pada hari Selasa lalu, Sandler dan rekannya Scott Fenton berargumen bahwa catatan kasus terhadap Meng yang disiapkan oleh jaksa AS dan dibagikan dengan pejabat Kanada untuk membenarkan penangkapannya tidak menggambarkan secara akurat pengetahuan pihak HSBC terhadap kontrol Huawei atas Skycom.


    Setidaknya nama salah seorang eksekutif senior HSBC muncul dalam percakapan email yang membahas hubungan tersebut. Fakta ini bertentangan dengan ringkasan tuduhan yang menyatakan bahwa hubungan tersebut hanya diketahui oleh karyawan bank yunior.


    Bukti baru diperoleh tim Meng melalui pengadilan Hong Kong. Halaman-halaman yang sebelumnya disensor kemudian dirilis pada hari Selasa, setelah Holmes menolak permohonan Meng agar keseluruhan dokumen tersebut dilarang untuk diterbitkan.


    Pengacara untuk jaksa agung Kanada belum memberikan argumen apapun kepada Holmes, tetapi tercatat di dokumen pengadilan bahwa mereka mengatakan tim Meng sekali lagi meminta pengadilan untuk bertindak di luar batas, yakni memperlakukan sidang ekstradisi sebagai persidangan sesungguhnya.


    Mereka juga memiliki interpretasi yang berbeda tentang dokumen tersebut. Menurut mereka, dokumen tersebut hanya membenarkan bukti dari AS yang menekankan kelalaian Meng untuk berkomunikasi tentang hubungan sebenarnya antara Huawei dan perusahaan yang dikendalikannya.


    "Bukti yang baru diajukan tidak mampu menunjukkan bahwa bagian manapun dari bukti yang diajukan sebelumnya tidak valid," menurut argumen tertulis.


    Lanjutnya, pengadilan telah memutuskan bahwa pertanyaan siapa saja personel HSBC yang mengetahui hubungan Huawei dengan Skycom akan menjadi bagian dari persidangan.


    “Mengingat terbatasnya peran hakim ekstradisi dalam committal hearing (sidang putusan), bukti yang diajukan menjadi tidak relevan.” (*)




     
    Berita Lainnya :
  • ReSkills Berdayakan Masyarakat Lewat Charity Learning Festival 2.0
  • BSI dan BSMU Kirim Tenaga Medis dan Sembako ke Lokasi
  • BAZNAS Ajak Masyarakat Bersedekah Lewat Lembaga Zakat Resmi
  • BPBD Sumbar Siaga Darurat Bencana Hingga 31 Desember 2021
  • Menurut Pusat Kajian BAZNAS, 20 Ribu Orang Miskin Kena Erupsi Semeru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 ReSkills Berdayakan Masyarakat Lewat Charity Learning Festival 2.0
    02 BSI dan BSMU Kirim Tenaga Medis dan Sembako ke Lokasi
    03 BAZNAS Ajak Masyarakat Bersedekah Lewat Lembaga Zakat Resmi
    04 BPBD Sumbar Siaga Darurat Bencana Hingga 31 Desember 2021
    05 Menurut Pusat Kajian BAZNAS, 20 Ribu Orang Miskin Kena Erupsi Semeru
    06 BAZNAS Bangun Pos Kesehatan Korban Erupsi Gunung Semeru
    07 Ketua BAZNAS RI : Ajak Gerakan Zakat Bantu Korban Erupsi Semeru
    08 Unboxing Samsung Galaxy A52, Ponsel Rasa Flagship Rp4 Jutaan
    09 BAZNAS Terjunkan Tim Tanggap Bencana
    10 Roche Indonesia Bersama MRCCC Siloam Gelar Forum Diskusi Interaktif
    11 Wujudkan Kualitas SDM, BSI dan Yayasan BSMU Luncurkan Beasiswa Scholarship
    12 Samsung Galaxy A52 Jadi Ponsel Kreativitas Anak Muda Tanpa Batas
    13 Royalti! Masih Pura-Pura Baik-Baik Saja, Kawan-Kawan Musisi?
    14 Makuku Family Gelar Webinar Penggunaan Popok Pada Anak
    15 Meriahkan Harbolnas 2021, Blibli Hadirkan Dikagetin Histeria 12.12
    16 Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Natal 2021 dan Tahun Baru 2022
    17 Pegiat Zakat dari 37 Negara Hadiri Konferensi Internasional WZF 2021
    18 Samsung Galaxy A32 Smartphone Awesome dengan Fitur Mumpuni
    19 Perluas Jaringan, BCA Syariah Resmikan Kantor Baru di Banyuwangi
    20 Canon Luncurkan EOS R3, Kamera Flagship Mirrorless Full-frame
    21 RiaMiranda Gelar Annual Show 2022
    22 BAZNAS Luncurkan Program Balai Ternak Kelompok Unggas Jateng
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS