Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
Optimalisasi Teknologi 5G Butuh Ketersediaan Fiber Optic
Selasa, 08-06-2021 - 06:24:20 WIB
Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang digelar secara virtual bertajuk 'Indonesia Maju dengan 5G', Senin (7/6/2021). (Foto : FMB9)
TERKAIT:
 
  • Optimalisasi Teknologi 5G Butuh Ketersediaan Fiber Optic
  •  

    Singgalangnews.com – Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menilai ketersediaan fiber optic (serat optik) dalam penerapan teknologi 5G merupakan suatu keharusan. Peran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentunya harus terus ditingkatkan dalam penyediaan fiber optic.


    Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O. Baasir memaparkan bahwa saat melakukan uji coba dan launching 4G pada periode 2014-2015 lalu, proses melakukan roll out sebuah teknologi baru itu membutuhkan waktu, apalagi dari 4G ke 5G.


    “Ini ada perbedaaan yang cukup fundamental. Transport yang ada di 4G itu masih bisa menggunakan gelombang mikro atau microwave. Karena yang berjalan di masyarakat saat ini, mungkin sama halnya dengan operator, itu bisa lebih dari 50%-60% menggunakan microwave. Dengan beralih ke 5G, yang kecepatannya diatas 10 giga, kita membutuhkan fiber optic. Jadi, fiber optic itu harus. Kalau nggak, nanti 5G rasanya 4G, karena transportnya kurang. Jadi, itu yang sangat dibutuhkan,” jelas Marwan dalam Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang digelar secara virtual bertajuk ‘Indonesia Maju dengan 5G’, Senin (7/6/2021).


    Marwan menambahkan, ketersediaan fiber optic hingga saat ini masih terbatas, karena baru ada di kota besar. Untuk itu, peran Kementerian Kominfo harus dioptimalkan untuk membantu para operator yang tergabung dalam asosiasi, agar pemerintah daerah bisa merelaksasi aturan-aturannya sehingga proses penggelaran fiber optic dapat berjalan dengan mudah sehingga bisa mendukung pengembangan 5G di Tanah Air.


    Marwan menuturkan, 5G yang ideal ada di frekuensi 3,5 giga herzt (gH). Saat ini operator menggunakan frekuensi yang ada, jadi ada yang menggunakan 2,3 gH. Hal ini dikarenakan penggunaan frkuensi 2,3 gH masih memungkinkan dengan adanya dynamic spektrum sharing.


    “Tetap 5G, hanya menggunakan spektrum yang ada, jadi memang bandwith saat ini masih terbatas. Jadi, harapan kita 3,5 gH bisa cepat,” ujar Marwan.


    Selain itu, dalam menerapkan teknologi 5G, operator lain selain Telkomsel juga perlu diberi equal treatment.


    “Jadi kalaupun mereka menggunakan frekuansi yang ada, yakni 1.800 dan 2.100 dengan DSS, saya yakin pemerintah akan mendorong Uji Laik Operasi (ULO) segera diperoleh operator. Salah satu operator yang sudah mengajukan DSS adalah Indosat,” ujarnya.


    Saat ini, lanjut Marwan, masyarakat akan diperkenalkan 5G dengan frekuensi yang ada. Paling tidak masyarakat bisa merasakan 5G terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan masih adanya sejumlah kendala dan tantangan bagi para operator dalam penyediaan 5G.


    Kendala dan tantangan yang dimaksud adalah, pertama, jelas Spektrum. Kedua fiber optic yang belum sepenuhnya terintegrasi.


    “Jadi, fiber optic perlu merata. Apalagi, dalam menggelar fiber optic tentunya operator itu sewa pada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat. Harapannya tentu mendapatkan harga yang affordable sebagaimana diamanatkan dalam UU Omnibus Law.


    Sekarang bagaimana kita memastikan tools dari UU itu terimplementasikan sampai ke daerah. Karena, jangan dilupakan bahwa di Indonesia ini cukup banyak pemerintah daerah, yang mungkin saja tata cara mengimplementasikan UU itu juga berbeda. Ini tentunya menjadi kendala yang harus dihadapi,” tutur Marwan.


    Diharapkan setelah menaikan ke aplikasi 5G, tidak hanya untuk akses internet.


    “Saya khawatir, jangan sampai kita sudah menaikan teknologi ke 5G, tapi pemakaiannya hanya untuk akses internet. Ini tentunya sangat disayangkan,” tegas Marwan




     
    Berita Lainnya :
  • Dukung Percepatan Vaksinasi, 40-50% Cakupan vaksinasi COVID-19 Negara Eropa Gelar Piala Eropa 2021
  • Semester I/2021 Pengguna DANA Mencapai 70 Juta
  • Jika Musisi, Pencipta Lagu Tidak Daftarkan Karya Ciptanya ke LMK, Maka Tidak Bisa Menerima Royalti
  • Pongki Katakan Banyak Musisi Belum Daftarkan Untuk Royalti
  • Indofood Berikan Dukungan Mahasiswa Kembangkan Penelitian Pangan Fungsional
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Dukung Percepatan Vaksinasi, 40-50% Cakupan vaksinasi COVID-19 Negara Eropa Gelar Piala Eropa 2021
    02 Semester I/2021 Pengguna DANA Mencapai 70 Juta
    03 Jika Musisi, Pencipta Lagu Tidak Daftarkan Karya Ciptanya ke LMK, Maka Tidak Bisa Menerima Royalti
    04 Pongki Katakan Banyak Musisi Belum Daftarkan Untuk Royalti
    05 Indofood Berikan Dukungan Mahasiswa Kembangkan Penelitian Pangan Fungsional
    06 Le Minerale Ajak Masyarakat Bandung Barat Terapkan Protokol Kesehatan
    07 Wujudkan Kesejahteraan Umat, BSI Siap Optimalisasi Pengelolaan ZISWAF Nasional
    08 Tingkatkan Literasi Perbankan Syariah, BSI dan POLDA Banten Bersinergi
    09 BSI Berikan Pembiayaan Syariah Rp1,8 Triliun Proyek Tol Serang
    10 BAZNAS Kota Bandung Serahkan Bantuan Kemanusiaan Palestina
    11 Lintasarta Kembali Berikan Beasiswa Lintasarta Digischool
    12 Puteri Indonesia Pariwisata 2020 Jihane Almira Berbagi Cerita Tentang Smartphone Tertipis
    13 Ekosistem Digital Perbankan Syariah Indonesia Suport UMKM
    14 Kembangkan Ekonomi Syariah BSI dan Peruri Bersinergi
    15 Smartfren bersama Kemkominfo Gelar Uji Coba 5G di Frekuensi 28GHz
    16 BSI Optimis : Prospek Perbankan Syariah Tumbuh di Tahun 2021
    17 Peduli Keselamatan Berkendara Isuzu Indonesia Dukung Pemerintah Perangi ODOL
    18 Datascrip Gelar Pelatihan Ilustrasi Gratis "Saturday Virtual Class ILLUSTRATOR 101"
    19 Dukung Jaringan 5G realme 8 5G Resmi Meluncurkan di Indonesia
    20 BAZNAS Raih Penghargaan Best Bussiness Transformation
    21 HUAWEI Luncurkan MatePad T10 Kids Edition
    22 Meski di Tengah Pandemi, Target Investasi Tahun 2020 Tercapai
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS