Home Nasional Daerah Olahraga Lifestyle Teknologi Hiburan Ragam Ekonomi Video Indeks
 
IDAI Ajak Semua Pihak Dukung Pencegahan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi
Minggu, 02-05-2021 - 06:52:43 WIB
TERKAIT:
 
  • IDAI Ajak Semua Pihak Dukung Pencegahan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi
  •  

    SinggalangNews.com, JAKARTA - Cakupan imunisasi di Indonesia sejak pandemi COVID-19 menurun drastis. Jika hal ini dibiarkan memungkinkan akan terjadi wabah penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi.

    Bertepatan dengan Pekan Imunisasi Dunia, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Satgas Imunisasi mengadakan seminar media untuk meningkatkan kesadaran dari berbagai pihak agar imunisasi lengkap dapat tetap diberikan dan penyakit yang sudah dapat dicegah dengan imunisasi tidak menjadi wabah di masa pandemi COVID-19.

    Acara seminar kali ini dibuka oleh moderator dari Ketua Bidang Organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K).

    Narasumber pertama adalah Dr. Prima Yosephine B.T. Hutapea, M.K.M., Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjelaskan bahwa dengan cakupan imunisasi lengkap dan merata akan membentuk kekebalan kelompok. Sehingga bila sudah banyak orang yang imunisasi maka akan membuat orang-orang disekitarnya yang belum imunisasi akan ikut terlindungi dari penyakit tersebut.

    Jika sekolah tatap muka dilakukan dan membuat adanya akumulasi anak yang belum di imunisasi lengkap, dapat meningkatkan resiko outbreak penyakit lain yang sebelumnya sudah dapat tertangani. Anak dapat dikatakan memiliki imunisasi lengkap jika mendapatkan imunisasi saat bayi, dibawah 2 tahun, dan saat sekolah.

    Dr. Prima menyampaikan data yang diperoleh Kementerian Kesehatan, sampai dengan saat ini jumlah Kabupaten/Kota yang mencapai target Imunisasi Dasar Lengkap lebih rendah dibandingkan dengan bulan Desember 2019 lalu. 

    Strategi yang dapat dilakukan dalam penguatan imunisasi diantaranya adalah pelacakan bayi dan baduta yang belum lengkap status imunisasi, melakukan pelaksanaan imunisasi kejar (catch-up), peningkatan kompetensi petugas agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi. Melakukan penguatan kerjasama layanan Kesehatan pemerintah dan swasta, penyediaan vaksin yang cukup dan tepat waktu.

    Dr. Prima menyampaikan akan adanya rencana penambahan vaksin baru yaitu vaksin Pneumokokus (PCV), Japanese Encephalitis (JE), dan Rotavirus. Targetnya tahun 2024 seluruh Indonesia sudah memiliki vaksin tersebut.

    Disaisampaikan Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, Sp.A(K),MSc, PhD. Dalam paparannya Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, Sp.A(K),MSc, PhD, pandemi COVID-19 menyebabkan disrupsi layanan imunisasi sehingga anak banyak yang tidak mendapatkan imunisasi dan menyebabkan mereka rentan terkena PD3I. 

    Cakupan imunisasi DPT-HBHib 4 tahun 2020 sebesar 42,8% sedangkan cakupan Rubella/MR-2 sebesar 40,9%. Angka ini mengalami penurunan sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan cakupan signifkan terjadi pada Mei 2020. 

    Dalam pelayanan imunisasi mengalami disrupsi karena anjuran pemerintah untuk stay at home sebagai salah satu upaya untuk mencegah transmisi penyakit COVID-19. 

    Pesan beliau vaksinasi rutin tetap terus dijalankan, bila imunisasi tidak dilaksanakan maka dapat menimbulkan masalah baru yaitu KLB Campak, Difteri, Polio. Imunisasi kejar harus dilakukan segera sesuai berdasarkan catatan riwayat imunisasi anak, tujuannya untuk memberikan proteksi maksimal kepada anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melakukan imunisasi ganda yaitu pemberian lebih dari satu jenis imunisasi (imunisasi ganda) dalam satu kali kunjungan.

    Imunisasi ganda atau yang biasa dikenal dengan stimultaneous vaccination diberikan untuk mempercepat perlindungan kepada anak, meningkatkan efisiensi pelayanan dan orang tua tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan berulang kali. Selain itu, survailans harus tercatat baik untuk mencegah morbiditas dan mortalitas serta menghindarkan KLB di satu daerah. 

    Materi terakhir dari Dr. Kenny Peetosutan yang merupakan Spesialis Imunisasi UNICEF Indonesia. Dr. Kenny Peetosutan memaparkan berdasarkan Riskesdas tahun 2018, sekitar 2 juta anak tidak mendapat vaksinasi di sebagian wilayah Indonesia.

    Terdapat 7 prioritas strategis dan prinsip dasar UNICEF untuk program imunisasi yaitu Commitment and Demand, Coverage and Equity, Life Course and Integration, Outbreaks and Emergencies, Supply and Sustainability, serta Research and Innovation.

    UNICEF ingin memastikan distribusi vaksin COVID-19 yang cepat, aman dan efisien, mampu menjangkau kelompok yang sangat marjinal. UNICEF mendukung logistik rantai suplai imunisasi dan sistem distribusi, penguatan imunisasi rutin juga menjangkau wilayah tertinggal, pengenalan vaksin baru serta memberikan dukungan terhadap kampanye imunisasi.

    Seminar media menghadirkan sambutan dan pesan dari Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, Prof. DR. Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.), bahwa sesuai tema kita “Kejar Imunisasi, Selamatkan Generasi” dalam kegiatan ini, merupakan hal yang sesuai dengan kondisi saat ini. Kita dari IDAI sangat concern terhadap kurangnya cakupan imunisasi yang terjadi selama COVID-19. 

    Terlebih lagi akan dimulai pembukaan sekolah tatap muka, sehingga imunisasi menjadi hal yang penting, karena masih banyak yang tidak berani masuk sekolah. Bulan Imunisasi Anak Sekolah harus dijalankan kembali, dengan tetap sesuai protokol kesehatan. Penting juga untuk melibatkan seluruh UKS dalam pembukaan sekolah, jelasnya. 

    Beliau menyampaikan pesan kepada media untuk ikut berperan aktif, antara lain rekan media dapat ikut membantu agar cakupan imunisasi COVID-19 meningkat dan mencapai target. Hal ini lah yang dapat menjadi upaya pencegahan penyakit. Penutup dari beliau “No One is Safe until Everyone is Safe”, jadi kita harus memastikan kejar imunisasi agar kita semua saling terlindungi. 

    Keterangan mengenai Ikatan Dokter Anak Indonesia dan hal-hal terkait tumbuh kembang anak dapat dilihat melui www.idai.or.id, instagram @idai_ig, laman Facebook Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan follow @idai-tweets. (Sm_r)



     
    Berita Lainnya :
  • Cara Ervie Karlina dan Novi Rizki Bahagiakan Anak Yatim Piatu
  • Dukung SE Walikota Pekanbaru, Tokoh Agama Gelar Pertemuan dengan Polda Riau
  • Menyambut Lebaran, Isuzu Bagikan Sembako Kepada 400 Driver
  • Prudential Indonesia Hadirkan Layanan “Prestige by Prudential”
  • Perkuat Ekonomi Digital Telkomsel dan Huawei Bersinergi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Cara Ervie Karlina dan Novi Rizki Bahagiakan Anak Yatim Piatu
    02 Dukung SE Walikota Pekanbaru, Tokoh Agama Gelar Pertemuan dengan Polda Riau
    03 Menyambut Lebaran, Isuzu Bagikan Sembako Kepada 400 Driver
    04 Prudential Indonesia Hadirkan Layanan “Prestige by Prudential”
    05 Perkuat Ekonomi Digital Telkomsel dan Huawei Bersinergi
    06 Bank Mega Syariah Berbagi Kebahagiaan Ramadhan di 41 Kota Indonesia
    07 Danamon Siapkan Dana Rp2,5 Triliun Masa Libur Lebaran
    08 Dorong Pertumbuhan Sektor Properti BSI dan Sinarmas Land Bersinergi
    09 Himbau Larangan Mudik, Bidhumas Polda Riau Bagikan Brosur
    10 SiCepat Ekspres Berdayakan UMKM dan Apresiasi Seller Lewat Program #Indahnya Ramadhan
    11 Andria Lottie Tawarkan Promo Ramadan Paket Skin Care Online
    12 MPU Aceh : Langkah Migrasi Sistem Bank Syariah Perlu Didukung
    13 Pemudah Bersedekah Digital, BAZNAS Gandeng Aplikasi Dagangan
    14 JES Bagikan Paket Sembako di Wilayah Jabodetabek
    15 Novi Rizki Tampil Apa Adanya di Acara Amal Yatim Piatu
    16 Strategi Pemerintah dengan Program PEN Perbaiki Perekonomian
    17 Pelaksanaan Vaksin Gotong Royong Akan Segera Dimulai
    18 Permudah Layanan Zakat, BTN Syariah dan BAZNAS Jalin Kerjasama
    19 Sambut Lebaran, Erajaya Gelar Layanan Perbaikan, Kerusakan TecProtec Gratis
    20 realme Tawarkan Rangkaian Produk dan Buka Empat realme Official Store
    21 Dukung Gerakan Cinta Zakat, KPK Tidak Batasi Kewajiban Keagamaan
    22 Sampoerna University dan Danacita Permudah Proses Dana Pendidikan 
     
     
    Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
    © SINGGALANG NEWS